Senin, 28 September 2020

Ramones Mampu Deteksi Sekaligus Pasien Covid-19, OTG, PDP dan ODP

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Gita Marcella Khoirun Nissa, satu diantara mahasiswa Departmeen Teknik Instrumentasi ITS yang menciptakan Ramones. Foto: Humas ITS

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berinovasi ciptakan alat monitoring pendeteksi pasien Covid-19 yang kabur dan berkeliaran di tengah masyarakat. Alat bernama Ramones tersebut juga mampu mendeteksi ODP, PDP dan OTG.

Dari kemampuan dan fungsi Ramones tersebut, alat ini dijadwalkan akan diletakkan di tempat-tempat umum seperti mall, sarana pendidikan, pintu keluar masuk desa, dan tempat-tempat umum lainnya.

Ke empat mahasiswa Departemen Tehnik Instrumentasi angkatan 2017 dan 2018, masing-masing adalah Akbar Suwandana, Alvin Cahya Adi Perdana, keduanya mahasiswa angkatan 2017, dan Tahta Anugrah Wibowo, serta Gita Marcella Khoirun Nissa, keduanya mahasiswa angkatan tahun 2018.

Akbar Suwandana ketua tim yang kerap disapa Dana ini menjelaskan, bahwa kepada pengunjung yang ingin masuk akan berdiri di titik pengukuran. Setelah itu, secara otomatis sensor dari alat ini akan langsung bekerja, mulai dari mengukur ketinggian, mendeteksi wajah, hingga mengukur suhu tubuh pengunjung.

“Input dari semua sensor ini akan dimasukkan ke dalam database yg telah terhubung dengan database Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Covid-19,” terang Dana, Selasa (4/8/2020).

Data yang masuk, lanjut Dana akan langsung dicocokan dengan database milik BNPB Covid-19. Data yang cocok membuat alat akan memunculkan notifikasi di layar pengawas melalui monitor. Selain itu buzzer alarm pada portal juga akan menyala dan portal tidak dapat terbuka, sehingga pengunjung tidak bisa masuk.

“Hal ini akan berbeda ketika data yang diterima tidak cocok dengan database BNPB, portal secara otomatis akan langsung terbuka dan pengunjung bisa masuk,” papar Dana.

Mahasiswa asal Malang ini menambahkan bahwa dengan menggunakan sistem sensor tersebut, Ramones sekaligus dapat mengurangi resiko petugas atau penjaga portal dalam terpapar virus Covid-19.

Berkat idenya tersebut, Tim GATA berhasil meraih posisi kedua dalam Lomba Aplikasi Inovatif dan Inspiratif – Covid-19 (LAI2 – Covid-19) sub lomba Detektor yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan ITS dan telah diumumkan, beberapa waktu lalu.

Dana berharap, Ramones buatan timnya ini dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat untuk berkunjung ke tempat umum. “Dengan kondisi new normal seperti sekarang, semoga alat ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar,” pungkas Dana mewakili kawan-kawan satu timnya.(tok/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

M. Aprileo Habie

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Senin, 28 September 2020
26o
Kurs