Kamis, 9 April 2020

Petani Lumajang Temukan 4 Granat Sisa Perang Kemerdekaan

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Seorang petani asal Dusun Kebon, Desa Bades, Kecamatan Pasirian dikejutkan dengan temuan 4 buah granat ketika bercocok tanam di lahan miliknya yang terletak di seputaran Gunung Gajah Mungkur, Desa setempat.

Petani bernama Sol ini, dibuat kaget ketika mencangkul lahan miliknya di kedalaman 20 centimeter, hingga mata cangkulnya membentur benda keras.

Hal itulah yang mengundang kecurigaan, hingga Sol pun menggali di sekeliling tanam yang ia cangkuli. Hasilnya, petani Dusun Kebon ini dikejutkan ketika tanah terbuka, terongok di dalam lubang galian sebuah benda berupa besi yang sangat dikenalinya.

Benda itu berupa besi sekepalan tangan berbentuk nanas yang ia kenali sebagai granat. Kontan saja, Sol pun terkejut dan ia tidak lagi melanjutkan pekerjaannya. Sol langsung saja pulang ke desanya untuk melaporkan temuan itu kepada perangkat desa dan Babinsa TNI di sana.

Laporan yang disampaikan Sol, segera ditindaklanjuti Babinsa Desa Bades yang kemudian mengamankan lokasi bersama aparat Koramil dan Polsek Pasirian. Namun, granat itu tidak langsung dibawa begitu saja untuk diamankan, melainkan dilanjutkan upaya untuk mencari kemungkinan masih ada bahan peledak berbahaya lain yang terkubur di sana.

Selanjutnya, petugas melakukan penggalian dan ternyata benar, di lokasi yang sama ditemukan 3 buah granat lain yang berjenis tabung. Ketiga granat tersebut, merupakan granat yang diyakini terakhir terkubur di sana dan tidak ada lagi yang tertinggal.

Setelah itu, empat buah granat tersebut diperiksa dan hasilnya hanya satu yang aktif, yakni granat jenis nanas yang ditemukan pertama oleh Sol. Temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Akhyari yang kemudian meluncur ke Koramil Pasirian.

“Saya perintahkan keempat buah granat itu untuk diamankan di Markas Koramil Pasirian. Karena satu ditemukan aktif, untuk itu saya perintahkan anggota untuk mengamankan dengan kehati-hatian tinggi,” kata Letkol Inf Akhyari kepada Sentral FM, Kamis (24/4/2014).

Keempat granat itu, dari pemeriksaan sementara, diyakini merupakan granat hasil peninggalan perang kemerdekaan lalu. Granat itu diperkirakan buatan Belanda antara Tahun 1941 sampai 1942.

Dimungkinkan granat itu terkubur di lokasi, karena wilayah Kabupaten Lumajang pada masa perang kemerdekaan lalu merupakan wilayah pertempuran. “Granat itu akan diamankan terlebih dulu sebelum nantinya akan dimusnahkan,” pungkas Letkol Inf Akhyari. (her/dwi)

Teks Foto :
– Letkol Inf akhyari, Sip Dandim 0821 Lumajang.
Foto : Sentral FM.

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan di Tol arah Ngawi KM 669

PJU roboh di Flyover Waru

Kecelakaan di bawah Layang Waru

Banjir di Blega, Bangkalan

Surabaya
Kamis, 9 April 2020
26o
Kurs