Selasa, 5 Juli 2022

Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Lumajang Terdampak Abu Bromo

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan
Semburan asap bercampur debu vulkanis dari kawah Gunung Bromo, kondisi jalanan dan tanaman yang tertutup abu. Foto: Sentral FM.

Sekitar 200 hektar lahan pertanian di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang terdampak abu vulkanik yang disemburkan Gunung Bromo.

Ismail, Kepala Desa Argosari mengatakan, lahan pertanian tersebut tersebar di empat dusun, yaitu Dusun Argosari Krajan, Gedok, Bakalan dan Pusung Duwur.

“Tanaman kentang dan kubis rusak. Tanamannya jadi layu dan mengering karena dampak semburan abu Gunung Bromo. Padahal para petani menanam harus meminjam uang ke bank maupun pengepul. Kalau sudah rusak begini, tidak tahu lagi harus bagaimana para petani ini mengganti kerugiannya. Saya sendiri menanam kentang tiga ton, saat ini rusak semua,” katanya.

Setelah hujan abu sudah tidak lagi mengguyur karena arah angin ke utara dan timur laut, yang tersisa di Desa Argosari adalah sisa abu setebal empat centimeter yang menempel di rumah warga, jalanan dan tanaman.

“Saat ini di Desa Argosari tidak terjadi hujan abu. Tanaman bawang pre atau bawang daun yang harus diselamatkan sebelum layu dan mengering juga,” katanya.

Pemkab Lumajang melalui Dinas Pertanian sejauh ini juga belum memberikan bantuan. Karena yang ada hanya bantuan masker dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang saja. “Yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana petani bisa mendapatkan bibit tanaman untuk menanam kembali. Ada memang yang mengajukan bantuan melalui Kantor Sosial, namun belum ada jawaban. Masyarakat saat ini membutuhkan bantuan sembako untuk meringankan beban mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Hendro Wahyono Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang dalam kesepatan terpisah mengatakan, dari laporan Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi, sejak dua hari terakhir hujan abu tidak mengarah ke Lumajang. “Hujan abu dari laporan dua hari terakhir mengarah ke Probolinggo dan Pasuruan,” katanya.

Dia berharap hujan cepat turun sehingga tanaman milik petani di wilayah terdampak hujan abu bisa terselamatkan. “Kami juga tengah mengupayakan bantuan sembako bagi warga terdampak hujan abu, namun masih belum ada jawaban,” kata Hendro.(her/iss/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
31o
Kurs