Senin, 6 Desember 2021

ECZC Perkenalkan Capoeira kepada Warga Surabaya, Ajak Latihan Bareng di SSC

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Johan Ishii dari Escola Cultural Zungu Capoeira (ECZC) menjadi instruktur pelatih bagi kawan-kawan komunitas ECZC dan masyarakat umum yang bertempat di Hall Suara Surabaya Centre, Jl. Raya Bukit Darmo 22-24 Surabaya, pada Sabtu 30 Oktober 2021. Foto Wildan suarasurabaya.net

Johan Ishii dari Escola Cultural Zungu Capoeira (ECZC) menjadi instruktur bagi kawan-kawan komunitas ECZC dan masyarakat umum yang bertempat di Hall Suara Surabaya Centre, Jl. Raya Bukit Darmo 22-24 Surabaya, pada Sabtu 30 Oktober 2021 mulai pukul 07.30 WIB.

“Di masa-masa seperti ini kita ingin memperkenalkan capoeira ke masyarakat Surabaya, sebenarnya dari gerakan-gerakan capoeira kita bisa memaksimalkan tubuh kita secara maksimal. Secara fisik, power, tempo dan fleksibilitas dari gerakan capoeira,” kata Johan saat ditemui suarasurabaya.net.

Johan menuturkan bahwa selama hampir dua tahun ini komunitasnya jarang berlatih di tempat yang leluasa dan bebas.

Johan Ishii dari Escola Cultural Zungu Capoeira (ECZC) saat latihan bersama di Suara Surabaya Centre, Sabtu (30/10/2021). Foto: Gana suarasurabaya.net

“Ya sekitar dua tahun ini kawan-kawan Escola Cultural Zungu Capoeira hanya berlatih secara online saja, dan ini tadi ada tujuh kawan yang baru bergabung hingga akhir. Latihan kali ini karena tempatnya luas kami bisa lebih leluasa dan menerapkan gerakan yang variatif,” katanya.

Dia juga menjelaskan, bahwa peserta yang baru pertama kali ikut latihan tidak sedikit yang merasa kaget kalau tubuhnya bisa digerakkan secara variatif seperti yang dicontohkannya.

“Untuk ke depannya kita bisa berlatih bersama di Hall Suara Surabaya Centre tiap Sabtu pagi dengan durasi dua jam, latihannya akan beragam dan pasti ada jeda untuk istirahatnya,” ujar Johan.

Menurut Johan, capoeira masih menjadi olahraga yang murni dan belum terpengaruh aturan olympic.

Dia juga menambahkan jika, kemurnian seni olahraga capoeira juga turut diiringi dengan adanya musik, gim, akrobatik, dan ada beladiri.

“Olahraga ini bagus untuk mempelajari hal baru dan ada dibalik dunia yang berbeda, seni ini menunjukkan keluasan dunia dengan nilai filosofisnya,” tutur Johan.

Selain Johan, ada juga Gina Atika Putri yang juga bergabung dalam latihan capoera itu menuturkan kangen jika latihan offline bersama.

Gina salah satu peserta latihan capoeira di Hall Suara Surabaya Centre, Sabtu (30/10/2021). Foto: Gana suarasurabaya.net

“Sudah dua tahun ini kami tidak pernah latihan offline bersama, jadi rasanya kangen banget kalau latihan bareng lagi. Harapan untuk kedepannya ya bisa kolaborasi dengan olahraga lain kayak yoga dan kalistenik,” kata Gina.

Sebagai upaya untuk mengenalkan capoeira lebih luas Johan juga mengajak kepada warga Surabaya untuk ikut bergabung dan berlatih bersama mencoba capoeira bagi yang tertarik dengan olahraga ini.

“Saya lihat usianya ada yang sampai 60 tahun bahkan ada ibu hamil juga, jadi jangan khawatir kalau takut akan kesulitannya, karena levelnya akan kita sesuaikan,” pungkasnya. (wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
26o
Kurs