Senin, 6 Februari 2023

Ikut Sukseskan Capaian Imunisasi di Jatim, UNICEF Berikan Penghargaan ke Radio Suara Surabaya 

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Dari kiri ke kanan: Eddy Prastyo Pemimpin Redaksi Suara Surabaya, Suradi Konsultan Koordinator Imunisasi Jatim UNICEF dan salah satu perwakilan UNICEF Jatim saat menyerahkan penghargaan kepada Radio Suara Surabaya, Senin (26/12/2022). Foto: Billy suarasurabaya.net

UNICEF (United Nations Children’s Fund / Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) memberikan penghargaan kepada Radio Suara Surabaya, atas perannya dalam menyukseskan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Jawa Timur pada bulan Agustus-September 2022.

Suradi Konsultan Koordinator Imunisasi Jatim UNICEF mengatakan, berkat dukungan media massa, salah satunya Suara Surabaya, capaian imunisasi di Jawa Timur mencapai 100,57 persen dari target 95 persen dan menduduki ranking 1 di Indonesia.

“Peran media sangat strategis, karena banyak sekali hoaks yang menyatakan imunisasi begini, begitu, konspirasi dan macam-macam. Dengan adanya dukungan dari SS memberikan informasi yang benar, sumbernya kredibel Insyaallah masyarakat jadi paham,” kata Suradi saat menyerahkan penghargaan di Suara Surabaya Centre (SSC) Jl. Raya Bukit Darmo no. 22-24 Surabaya, Senin (26/12/2022).

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyebut, salah satu tantangan dalam memenuhi target pelaksanaan imunisasi di Tanah Air adalah pemahaman masyarakat terhadap hal itu sendiri.

“Kalau yang ngomong orang kesehatan (imunisasi) dikira biasa-biasa saja. Kalau media kredibel seperti SS yang ngomong langsung percaya,” imbuhnya.

Suradi juga menjelaskan, BIAN muncul sebagai respon atas tidak suksesnya program imunisasi beberapa waktu lalu terutama saat pandemi melanda. Dari target cakupan imunisasi sebesar 90 persen, saat pandemi yang terpenuhi hanya 33 persen.

“33 persen itu membuka peluang besar terjadinya kejadian luar biasa seperti difteri, polio, campak,” jelas Suradi.

Suradi turut menyampaikan pentingnya imunisasi untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit berbahaya, menyakitkan dan menular.

“Sayangi anak kita dengan cara yang benar, karena banyak masyarakat menyayangi anak dengan cara kurang tepat tidak dlengkapi perlindungan,” pungkasnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait