Padi Reborn kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia lewat peluncuran karya terbaru bertajuk “Dua Delapan”.
Band yang telah bertahan sejak era 1990-an ini menyebut album tersebut sebagai titik balik kreatif sekaligus upaya kembali ke akar musikal mereka.
Ketika mengudara dalam program Memorabilia Radio Suara Surabaya pada Minggu (29/3/2026), Padi Reborn mengungkapkan makna di balik albumnya ini.
Para personel Padi Reborn mengungkap bahwa album ini dirancang sebagai refleksi perjalanan panjang mereka di industri musik.

Konsep “back to the roots” dipilih setelah sebelumnya mereka sempat bereksperimen mengikuti tren musik bernuansa akustik dan tempo lambat pada album Indra Keenam.
Fadly sang vokalis menegaskan bahwa identitas Padi Reborn tetap sebagai band dengan karakter musikal yang kuat, bukan sekadar mengikuti arus tren.
“Kalau boleh dibilang album ini genre ada banyak. Temanya interpersonal dan ada juga yang temanya tentang kemanusiaan,” kata Fadly.
Proses kreatif album ini pun diwarnai dinamika internal, terutama dalam merumuskan interpretasi tiap lagu.

Ari gitaris Padi Reborn menegaskan bahwa mereka sengaja membiarkan makna lagu tetap terbuka agar pendengar dapat menafsirkan secara personal.
“Seni itu tidak perlu diperbaiki dan dipertanyakan. Karena seni itu menimbulkan pertanyaan,” katanya.
Sedangkan Piyu gitaris Padi Reborn, menyebut album anyar ini sebagai “album kemenangan”.
“Jadi kembali lagi bahwa album ini jadi album kemenangan kita dalam permainan. Jadi akhirnya kita bisa lulus, kita bisa menyelesaikan album ini kita sudah senang. Kita sudah bangga banget,” ujar Piyu. (mar/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
