“Jadi di sini anak-anak kan hanya tahunya ada suara yang menginformasikan kalau ada kemacetan, kecelakaan, tapi mereka tidak tahu proses di belakang berita tersebut,” jelasnya.

Anak-anak diperkenalkan bahwa informasi yang didengar bukan hanya berasal dari penyiar, namun ada peran-peran lain yang bertanggung jawab hingga berita itu sampai pada masyarakat.
Selama kunjungan, para siswa diajak berkeliling melihat proses kerja radio, mewawancarai beberapa peran yang ada mulai dari desain grafis, gatekeeper, media sosial, marketing and promotion, hingga mencoba siaran secara langsung.
Pihak sekolah berharap pembelajaran langsung dari narasumber di luar sekolah ini memberikan pengalaman bermakna bagi siswa.
“Semoga mereka mendapatkan pengalaman yang bermakna, yang akhirnya mereka bisa terapkan atau ceritakan ke keluarganya di rumah, bahwa terbentuknya sebuah berita atau informasi itu bukan hanya berasal dari satu orang saja, tapi ada beberapa peran yang mendukung,” pungkasnya. (fia/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

