Senin, 6 April 2020

Apindo Jatim Bantah Enggan Daftarkan Karyawannya ke BPJS

Laporan oleh Teguh Ardi Srianto
Bagikan

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur bantah enggan mendaftarkan karyawannya dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bantahan ini disampaikan Heri Bertus Gunawan Wakil Apindo Jawa Timur, menyikapi tudingan serikat pekerja yang mengatakan kalau jumlah pekerja yang terdaftar BPJS baru 900 ribu dari 5 juta pekerja.

Menurut Heri, dari pantauannya di lapangan, memang masih banyak kendala dalam proses pendaftaran, di antaranya kurangnya loket pendaftaran dan sumber daya manusia yang bisa melayani layanan BPJS.

“Dari pantauan saya seperti di Sidoarjo, pendaftaran BPJS baru dipusatkan di rumah sakit milik pemerintah. Sayangnya di lokasi pendaftaran hanya ada satu orang yang melayani jadi tidak bisa cepat,” ujar Heri, Rabu (22/1/2014).{clip*1}

Dengan kondisi itu, Heri berharap BPJS bisa menambah jumlah loket pendaftaran dan pelayanan termasuk sumber daya manusia yang akan melayani calon peserta BPJS. “Saya sudah ingatkan dari awal, kalau kondisi ini pasti terjadi, khususnya selama massa pengalihan pelayanan,” kata Heri.

Heri menambahkan, kalau perlu BPJS bisa menambah loket layanan di tempat-tempat yang padat industri, agar pelayanannya lebih baik.

Apindo sendiri menurut Heri sangat memahami aturan dan undang-undang yang sudah disosialisasi, untuk itu Apindo siap melakukan aturan yang sudah ada, hanya perlu tahapan dan strategi untuk pelaksanaannya. (tas/ipg)

Teks Foto:
– Antre di ruangan di pendaftaran Surat Jaminan Perawatan (SJP) layanan BPJS di sebuah rumah sakit.
Foto: wordpress

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
31o
Kurs