Sabtu, 5 Desember 2020
Dalam Rangka HPN 2014 dan HUT PWI ke-68

PWI Jatim Ziarah ke Makam Soetojo Soekomihardjo

Laporan oleh Teguh Ardi Srianto
Bagikan

Puluhan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, ziarah ke makam Soetojo Soekomihardjo pendiri Suara Surabaya Media, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wonokitri Besar, Surabaya, Selasa (25/2/2014).

Kegiatan itu digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 dan Ulang Tahun PWI ke-68.

Ziarah ke makam pendiri Suara Surabaya Media dilakukan, karena pengurus PWI Jawa Timur menilai Almarhum Soetojo merupakan tokoh pers yang layak dicontoh, dengan komitmen yang dimiliki sampai akhir hayatnya.

Akhmad Munir Ketua PWI Jawa Timur mengatakan, selain berkunjung ke makam dan berkirim doa, kedatangan para pengurus PWI itu juga ingin mengingat perjuangan almarhum untuk menegakkan demokrasi di Indonesia lewat peran media massa.

“Sekarang ini banyak pemilik media yang sudah masuk ke politik praktis, yang ini sering mengintervensi independensi dari para jurnalisnya, untuk itu ini jadi tantangan para jurnalis di masa mendatang,” ujar Munir dalam wawancaranya bersama Aries Widojoko di studio Radio Suara Surabaya, Selasa (25/2/2014), usai melakukan ziarah.

Selain mengingatkan peran dan tantangan para jurnalis di masa mendatang, Akhmad Munir juga menyampaikan pentingnya ada batasan yang tegas antara redaksi dan pemilik media untuk menjaga netralitas. “Jurnalis berpihak itu boleh saja, tapi berpihaknya untuk kebenaran dan manfaat orang banyak,” jelasnya.

Dalam kunjungannya ke Suara Surabaya Media dan zairah ke makam R Soetojo Soekomihardjo, para pengurus PWI Jawa Timur didampingi Eppy Winarni General Affair Personal Officer Suara Surabaya Media dan Iping Supingah Supervisor New Suara Surabaya Media.

Selain berkunjung ke makam pendiri Suara Surabaya Media, para pengurus PWI Jawa Timur sebelumnya juga berkunjung ke makam H Agil Haji Ali Pimred Harian Memorandum di TPU Pegirian dan makam H Abdul Azis dan Hj Toety Azis Pendiri Harian Sore Surabaya Post di TPU Ngagel.

Sementara Abu Bakar Yarbo Ketua Panitia Hari Pers Nasional 2014 Jawa Timur mengatakan, selain melakukan kunjungan ke makam tokoh pers, PWI Jawa Timur juga menggelar beberapa rangkaian acara dalam peringatan HPN.

“Di antara kegiatan yang sudah dan sedang dilalukan, donor darah, lomba karaoke, lomba penulisan, seminar dan pemberian penghargaan pada tokoh pers Jawa Timur di akhir rangkaian acara,” jelasnya.

Yarbo mengharapkan dengan kegiatan yang digelar PWI Jawa Timur, bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk para jurnalis tapi juga masyarakat sekitar secara langsung. (tas/ipg)

Teks Foto :
– Para Pengurus PWI Jawa Timur waktu ziarah ke makam Soetojo Soekomihardjo pendiri Suara Surabaya Media, di TPU Wonokitri Besar, Selasa (25/2/2014).
Foto : Teguh suarasurabaya.net

Berita Terkait

Dalam Rangka HPN 2014 dan HUT PWI ke-68

PWI Jatim Ziarah ke Makam Soetojo Soekomihardjo

Laporan oleh Teguh Ardi Srianto
Bagikan

Puluhan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, ziarah ke makam Soetojo Soekomihardjo pendiri Suara Surabaya Media, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wonokitri Besar, Surabaya, Selasa (25/2/2014).

Kegiatan itu digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 dan Ulang Tahun PWI ke-68.

Ziarah ke makam pendiri Suara Surabaya Media dilakukan, karena pengurus PWI Jawa Timur menilai Almarhum Soetojo merupakan tokoh pers yang layak dicontoh, dengan komitmen yang dimiliki sampai akhir hayatnya.

Akhmad Munir Ketua PWI Jawa Timur mengatakan, selain berkunjung ke makam dan berkirim doa, kedatangan para pengurus PWI itu juga ingin mengingat perjuangan almarhum untuk menegakkan demokrasi di Indonesia lewat peran media massa.

“Sekarang ini banyak pemilik media yang sudah masuk ke politik praktis, yang ini sering mengintervensi independensi dari para jurnalisnya, untuk itu ini jadi tantangan para jurnalis di masa mendatang,” ujar Munir dalam wawancaranya bersama Aries Widojoko di studio Radio Suara Surabaya, Selasa (25/2/2014), usai melakukan ziarah.

Selain mengingatkan peran dan tantangan para jurnalis di masa mendatang, Akhmad Munir juga menyampaikan pentingnya ada batasan yang tegas antara redaksi dan pemilik media untuk menjaga netralitas. “Jurnalis berpihak itu boleh saja, tapi berpihaknya untuk kebenaran dan manfaat orang banyak,” jelasnya.

Dalam kunjungannya ke Suara Surabaya Media dan zairah ke makam R Soetojo Soekomihardjo, para pengurus PWI Jawa Timur didampingi Eppy Winarni General Affair Personal Officer Suara Surabaya Media dan Iping Supingah Supervisor New Suara Surabaya Media.

Selain berkunjung ke makam pendiri Suara Surabaya Media, para pengurus PWI Jawa Timur sebelumnya juga berkunjung ke makam H Agil Haji Ali Pimred Harian Memorandum di TPU Pegirian dan makam H Abdul Azis dan Hj Toety Azis Pendiri Harian Sore Surabaya Post di TPU Ngagel.

Sementara Abu Bakar Yarbo Ketua Panitia Hari Pers Nasional 2014 Jawa Timur mengatakan, selain melakukan kunjungan ke makam tokoh pers, PWI Jawa Timur juga menggelar beberapa rangkaian acara dalam peringatan HPN.

“Di antara kegiatan yang sudah dan sedang dilalukan, donor darah, lomba karaoke, lomba penulisan, seminar dan pemberian penghargaan pada tokoh pers Jawa Timur di akhir rangkaian acara,” jelasnya.

Yarbo mengharapkan dengan kegiatan yang digelar PWI Jawa Timur, bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk para jurnalis tapi juga masyarakat sekitar secara langsung. (tas/ipg)

Teks Foto :
– Para Pengurus PWI Jawa Timur waktu ziarah ke makam Soetojo Soekomihardjo pendiri Suara Surabaya Media, di TPU Wonokitri Besar, Selasa (25/2/2014).
Foto : Teguh suarasurabaya.net

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Langon

Banjir di Darmo Indah Sari

Mobil Terguling di Tol

Mobil Nyaris Masuk Sungai di Wiyung

Surabaya
Sabtu, 5 Desember 2020
26o
Kurs