Jumat, 29 Mei 2020

Peningkatan Status Kelud, Inilah Penyebabnya

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Amien Widodo Ketua Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim LPPM ITS Surabaya menilai cepatnya perubahan status Gunung Kelud dari waspada level II menjadi siaga level III akibat dari sumbatan anak gunung yang ada di puncak Kelud.

“Sejak tidak jadi meletus pada 2007, mulut Gunung Kelud tersumbat anak gunung, jadi akumulasi gas dan tekanan magma dari perut bumi tidak bisa keluar dan mengumpul makin besar,” kata Amien ketika berbincang dengan suarasurabaya.net, Selasa (11/2/2014).

Padahal, jika mulut gunung tak tersumbat, maka tenaga dari dalam sebenarnya secara berkala bisa terus keluar sehingga peningkatan energi di dasar gunung tak secepat yang terjadi saat ini.

Meski begitu, Amien tak bisa memprediksi letusan yang akan terjadi di Gunung Kelud. “Letusan itu tidak ada yang bisa memprediksi. Dulu tahun 2007 itu laju magma dari perut bumi cepat sekali, tapi sesampai di atas ternyata melambat. Ini memang tak bisa diprediksi,” kata Amien. (fik)

Teks Foto :
– Peta kawasan rawan bencana Gunung Kelud.
Foto : PVMBG

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Khoirul Asyhar Perdana

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Jumat, 29 Mei 2020
27o
Kurs