Kamis, 7 Mei 2026
Proses Evakuasi Korban AirAsia

Cuaca Buruk dan Gelombang Ganas, Kapal-Kapal Tak Berdaya

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan

Kapal-kapal milik TNI AL, Basarnas dan BPPT tidak dapat berbuat banyak menghadapi buruknya cuaca dan ganasnya gelombang di Selat Karimata.

Kapal-kapal yang memiliki sistem sistem sonar navigasi yang cukup canggih semula diharapkan bisa mempercepat proses evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, juga tidak berdaya.

Akibat cuaca dan tingginya gelombang itu, kapal yang berada di titik koordinat pencarian diperintahkan merapat ke lokasi aman.

Pesawat dan helikopter milik TNI AU, TNI AL, dan Basarnas yang melakukan pencarian lewat udara juga diminta kembali ke Lanud Iskandar untuk menunggu cuaca membaik.

Berdasarkan informasi ramalan cuaca dari BMKG, Jumat (2/1/2015) siang ketinggian gelombang di Selat Karimata mencapi 3 sampai 4 meter. Bahkan nanti malam ketinggian gelombang diperkirakan bisa mencapai 6 meter.

Tatang Zainudin Deputi Basarnas membenarkan tim SAR gabungan menemukan kembali jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia di Selat Karimata dan saat ini dalam konfirmasi.

Karena itu Tatang belum menjelaskan kapan jenazah itu akan diberangkatkan ke Suarabaya. Prinsipnya Basarnas ingin jenazah itu segera dikirim ke Surabaya untuk identifikasi.(jos/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 7 Mei 2026
33o
Kurs