Sabtu, 21 Februari 2026

Jakarta Seperti Kota Mati pada Hari Raya Idul Fitri

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Ilustrasi. Jakarta lengang saat lebaran. Foto: Antara

Jakarta pada hari pertama Idul Fitri, Jumat (17/7/2015) berbanding terbalik dengan predikat sebagai kota tersibuk di Indonesia.

Pusat bisnis dan perkantoran di sepanjang Jalan Sudirman, Rasuna Said, Kuningan, Jalan MH Thamrin, yang sehari-harinya disesaki berbagai jenis kendaran dan terbiasa dengan sumber kemacetan, Jumat tampak lengang.

Moda angkutan di Jakarta seperti bus kota, trans Jakarta, metromini, kopaja, hingga angkot tampak kosong penumpang. Akibatnya, kendaraan umum itu berjajar-jajar menunggu penumpang datang.

Hal yang sama terjadi pada komuter line atau KRL, yang menjadi angkutan massal idola masyarakat jabodetabek. Transportasi massal yang biasanya penuh sesak, tampak sepi. Penumpang bisa berselonjor dengan bebas di dalamnya. Tidak ada yang mengeluh kram karena capek berdiri atau berdesakan dengan sesama penumpang.

Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan RI memperkirakan warga jakarta yang mudik mencapai 20 juta orang. Separuh penduduk jakarta mudik ke daerah asalnya untuk berlebaran bersama keluarga.

Sedangkan pantauan suarasurabaya.net, hingga malam ini masih tampak arus mudik masyarakat Jakarta ke daerah lain. Meski, jumlahnya tidak sebanyak pada H-3 sampai H-1 Lebaran.

Idul Fitri, kata Din Samsudin ketua MUI, sudah menjadi tradisi bagi masyrakat indonesia. Saling meminta maaf tidak hanya dilakukan oleh kalangan umat muslim, tapi juga dilakukan oleh umat lain. Inilah keistimewaan dari idul fitri yang diawali dg ibadah puasa selama satu bulan.

“Alhamdulillah, Idul Fitri Kita Rayakan bersama pada 17 Juli 2015. Atas nama dewan pimpinan MUI, kami menyampaikan selamat idul fitri, semoga semua amal kita selama bulan ramadhan diterima oleh Allah SWT,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Basuki Cahaya Purnama Gubernur DKI Jakarta mengatakan, warga yang mudik tidak dilarang kembali ke jakarta membawa teman atau keluarganya. “Syaratnya mereka harus punya uang dan memiliki keterampilan, jangan hanya bermodal nekat. Jakarta sudah penuh dengan masalah,” ujar pria yang juga dipanggil Ahok. (jos/den/tok)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 21 Februari 2026
33o
Kurs