Minggu, 14 Juli 2024

Gerobak Sampah Penyebab Kemacetan di Rangkah

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Gerobak sampah yang ditaruh begitu saja di kawasan tempat pembuangan sampah sementara di kawasan Jl Kenjeran ternyata masih menjadi masalah hingga saat ini. Kemacetan lalu lintas di pagi hari hampir selalu terjadi.

“Kemacetan juga diperparah dengan pertigaan Tambak Rejo, banyak motor yang gak taat aturan,” kata Sigit, warga Simokerto 5 ketika berbincang dengan Radio Suara Surabaya, Selasa (3/5/2016).

Sebelumnya Agus pendengar Suara Surabaya mengatakan gerobak-gerobak sampah ini, biasanya ditaruh begitu saja sehingga memakan sebagian badan jalan. Padahal di satu sisi, kawasan itu dekat dengan pertigaan dengan arus lalu lintas yang cukup padat.

“Motor itu kalau pas lampu merah mereka maju sampai ke tengah jalan sehingga banyak mobil yang akhirnya putar balik di depan gerobak sampah dan pastilah macet,” tambah Sigit.

Terkait kejadian ini, Sentot Wahyono, warga Pogot Palm, Surabaya menyarankan agar Pemerintah Kota bisa menyediakan tempat untuk parkir gerobak sampah. Selain itu, rekayasa lalu lintas juga harus dilakukan. “U-turn di depan gerobak sampah diluruskan saja sampai perempatan Suramadu sehingga bisa mengurai kemacetan,” kata dia.

Menanggapi hal ini, Agus Hepi, Kepala Bidang Operasional DKP Surabaya berjanji segera menertibkan banyaknya gerobak yang ditaruh sembarangan di pinggir jalan. “Aturannya sebenarnya jelas, gerobak tidak boleh ditaruh begitu saja di pinggir jalan. Saya akan cek dan segera menertibkan,” kata Agus Hepi.

Menurut dia, di lokasi itu biasanya ada belasan gerobak sampah dan mengangkut sekitar 150 meter kubik sampah perharinya. Gerobak biasanya memang menunggu untuk dibongkar dan kadang juga menunggu kedatangan truk pengangkut.

Agus Hepi juga mengakui selama ini kesulitan untuk menertibkan gerobak, sebab kendala dari petugas pembawa gerobak, tidak ada RW yang mau ditempati gerobak, “Yang kedua gerobak diletakkan disamping balai RW, gak lama langsung penuh sampah, jadi petugas yang ngangkut gak bisa kerja karena sampah sudah penuh,” kata Agus.

Sementara itu Sigit warga Sidoyoso 5 memiliki solusi yaitu dengan cara menempatkan gerobak-gerobak tersebut di sekitar Makam Rangkah. “Gerobak sampah dari 3 RW, selama ini tidak ada RW yang mau karena gerobak kondisinya penuh sampah, warga pasti teranggu menurut saya sebaiknya memang ditempatkan di Makam Rangkah,” kata Sigit. (fik/rst)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Minggu, 14 Juli 2024
21o
Kurs