Senin, 20 Juli 2026

Industri Manufaktur Serap 17 Juta Tenaga Kerja

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Kementerian Perindustrian RI memproyeksikan jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor industri manufaktur pada tahun 2017 mencapai 17,01 juta orang, atau naik dibandingkan tahun 2016 yang berjumlah 15,54 juta orang.

“Semakin banyak tenaga kerja di bidang industri, maka penggangguran akan semakin berkurang,” kata Haris Munandar Sekretaris Jenderal Kemenperin di Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/12/2017) seperti dilansir Antara.

Industri pengolahan non migas merupakan salah satu sektor strategis yang menjadi kontributor besar bagi perekonomian nasional, di antaranya melalui penyerapan tenaga kerja.

Haris menjelaskan sektor manufaktur memberikan kontribusi sebesar 14 persen dari total tenaga kerja sebanyak 124,5 juta orang.

Sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja cukup banyak, antara lain industri makanan dan minuman lebih dari 3,3 juta orang serta industri otomotif sekitar 3 juta orang.

Industri tekstil dan produk tekstil juga menyumbang sebanyak 2,73 juta, serta industri furnitur berbahan baku kayu dan rotan nasional untuk tenaga kerja langsung dan tidak langsung mencapai 2,5 juta orang.

Haris memaparkan, tenaga kerja merupakan modal penting sebagai penggerak roda pembangunan nasional sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidangnya sehingga mampu memacu industri semakin berdaya saing dalam menghadapi pasar bebas saat ini.

“Salah satu faktor utama yang dilihat investor ketika ingin menanamkan modalnya di Indonesia adalah kualitas tenaga kerja,” ungkapnya kemudian menambahkan tenaga kerja Indonesia di sektor manufaktur saat ini cukup kompetitif karena hampir 60 persen sudah bersertifikasi. (ant/dwi/rst)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 20 Juli 2026
27o
Kurs