Minggu, 21 Juli 2024

Lagi, Warga Belanda Cari Ibu Kandungnya di Surabaya

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Miranda atau Siti Maimunah ditemani suaminya saat berkunjung di Suara Surabaya. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Perjuangan Miranda De Vlieger Companjen (36) mencari orang tua kandungnya sampai ke Surabaya. Warga Negara Belanda ini adalah anak dari warga Indonesia yang diadopsi sejak umur 3 tahun.

Datang ke kantor Radio Suara Surabaya, perempuan yang memiliki nama kecil Siti Maimunah ini mengatakan sedang mencari ibu kandungnya bernama Maisaroh yang dulu tinggal di Moroseneng, Tandes Surabaya.

Dibantu oleh seorang agen dari lembaga MIJN ROOTS sebuah organisasi sosial untuk pencarian orang tua kandung di Indonesia, Miranda menceritakan, dia diadopsi oleh orang belanda sejak usia 3 tahun. Sehingga, dia belum mengetahui bagaimana wajah ibu kandungnya.

“Saya diadopsi sejak usia tiga tahun,” ujar Miranda kepada suarasurabaya.net, Kamis (9/2/2017).

Miranda mengatakan, setelah menggali informasi dari berbagai sumber, dia diadopsi dengan proses melalui Yayasan Anak Sejahtera yang dulu berkantor di daerah Ngagel. Setelah ditelusuri, kantor tersebut sudah bubar.

Dia juga melacak keberadaan Oemar Said Ketua Yayasan tersebut, namun yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Sementara, anak-anaknya tidak lagi meneruskan dan tidak tahu terkait dokumen yayasan tersebut.

Pelacakan Miranda kemudia berlanjut ke seseorang yang bernama Sufiyanto teman Oemar Said. Sufiyanto sudah meninggal dan anak-anaknya mengaku pernah melihat dokumen atau berkas-berkas berisi foto bayi.

“Kami juga mendatangi rumah pak Sufiyanto. Kami juga mencari data Maisaroh ke Kelurahan Sememi dan Kecamatan Tandes,” katanya.

Dari pencarian data itu, ada banyak nama Maisaroh. Miranda kemudian melakukan seleksi data tersebut berdasarkan usia. Dia kumpulkan nama Maisaroh yang berusia 60-70 tahun. Sebab, saat Miranda dilahirkan, Maisaroh berusia 23 tahun.

“Kami kemudian mendatangi satu persatu nama Maisaroh yang sudah kami seleksi, banyak yang sudah memberikan keterangan dan tidak merasa memiliki anak Siti Maimunah (Miranda, red),” katanya.

Miranda mengaku, tujuan pencarian ini adalah ingin menyambung kembali keluarga kandung yang sempat terpisah. Jika berhasil menemukan ibu dan keluarganya di Indonesia, dia merasa sangat bahagia.

“Kalau ketemu saya sangat bahagia, saya akan memeluknya. Yang terpenting, saya tidak akan menyalahkannya. Siapa tahu juga saya punya saudara di Indonesia ini,” katanya.

Ditemani De Vlieger suaminya dan seorang agen dari Yayasan MIJN ROOTS, Miranda sudah empat hari ini melakukan pencarian ibunya di Surabaya. Rencananya, besok mereka juga akan ke Mojokerto untuk mencari salah seorang saksi hidup yang dulu tinggal di Sememi.

“Segala kemungkinan dan peluang sekecil apapun akan kami datangi,” kata salah seorang agen yang namanya dirahasiakan untuk kepentingan privasi. (bid/rst)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Minggu, 21 Juli 2024
29o
Kurs