Kamis, 24 September 2020

Pembunuhan Sri Terungkap dengan Metode Scientific Investigation

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Jejak sepatu di TKP identik dengan alas sepatu milik pelaku. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Hingga akhirnya menangkap Vian Ahmad Fauzi (19), Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya telah menguji alibi beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku.

Orang-orang itu sempat diamankan dan sudah dilepaskan karena tidak sesuai ciri-ciri pelaku pembunuh Sri, pekerja rumah tangga di rumah mewah Jalan Puncak Permai I Nomor 33, Surabaya.

AKBP Shinto Silitonga Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya memaparkan, setelah mempelajari rekaman CCTV, penyidik mencari orang-orang yang tertangkap kamera mondar-mandir di TKP pada waktu yang hampir bersamaan.

Senin (3/4/2017) lalu, polisi mengamankan Bunyono, laki-laki yang tertangkap kamera mondar-mondir di sekitar rumah mewah itu, pada saat kejadian pembunuhan Sri.

“Setelah kami interogasi, dia menyebutkan, malam itu dia bertemu orang bernama Irwan yang melintas di sekitar TKP. Lalu kami periksa Irwan, kami sempat mencurigai ada bekas darah di motor Irwan, tapi ternyata itu cat,” ujarnya, Kamis (6/4/2017).

Polisi pun berupaya mengkonfirmasi sosok Bunyono ke beberapa warga kampung di sekitar perumahan itu. Ternyata, “menurut warga kampung, Buyono mengalami gangguan kejiwaan,” kata Shinto.

Berdasarkan rekaman CCTV, penyidik kembali mengidentifikasi orang yang terlihat berjalan di rerumputan median jalan depan TKP. Orang itu tampak berjalan mondar-mandir sambil melihat ke bawah.

“Setelah kami selidiki dan mendapatkan identitasnya, ternyata orang itu habis mengalami kecelakaan dan rutin melakukan terapi embun di tempat itu saat pukul 04.00 WIB,” kata Shinto.

Satreskrim Polrestabes tidak menyerah. Para penyidik mempersempit pencarian pada ciri-ciri pelaku. Sampai akhirnya, anggotanya mendapat informasi ada seorang pemuda, yang sudah kos setahun di Jl. Tubanan Lama.

Menurut keterangan beberapa warga, pemuda ini tertutup dan sering keluar malam, padahal tidak bekerja. “Kami mencoba melacak ciri-ciri orang yang tertutup ini, dan kami dapatkan di rumah kosnya,” katanya.

Scientific Investigation

Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, saat menyelidiki beberapa orang terduga pelaku, membawa serta hasil print foto jejak sepatu yang membekas di samping jenazah korban.

Demikian halnya pada saat akan melakukan penangkapan Vian Ahmad Fauzi (19), pelaku pembunuh Sri.

Saat menggeledah tempat tinggal pelaku, penyidik menemukan sepasang sepatu yang identik dengan jejak sepatu yang ditemukan di TKP.

“Untung jejak tapak sepatu itu masih bisa kami amankan dengan menaburkan serbuk, lalu kami foto. Inilah pentingnya mengamankan lokasi saat oleh tempat kejadian perkara. Kalau lokasi tidak kami amankan, maka banyak telapak kaki dan TKP akan rusak,” katanya.

Tidak cukup sampai di situ, penyidik melakukan pencocokan sidik jari yang tertinggal di sebuah cangkir yang digunakan pelaku minum saat usai kejadian di rumah korban. Hasilnya, sidik jari pelaku identik di 8 item dengan sidik jari yang tertinggal di gelas.

“Inilah yang membuat kami yakin kalau Vian pelakunya. Metode Sientific Investigation (investigasi berdasarkan proses ilmiah) ini, tidak mungkin terbantahkan,” katanya.

Shinto mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini karena keuletan penyidik dalam mengolah informasi. Sebenarnya, menurut dia, kemampuan itu merupakan keterampilan dasar setiap polisi, bagaimana mencari sumber informasi yang tepat, mengumpulkan informasi dan menganalisa informasi.(bid/rst)

NOW ON AIR SSFM 100

M. Aprileo Habie

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Kamis, 24 September 2020
26o
Kurs