Sabtu, 21 Mei 2022

Pendukung Trump Sudah Berdatangan di Capitol Hill Sejak Pagi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Foto Kubah Gedung Capitol Washington dan beberapa orang pengunjung. Di Gedung ini Trump dan Wakil Presiden AS terpilih akan disumpah. Foto: theglobeandmail.com

Menjelang proses inaugurasi Donald Trump sebagai Presiden Terpilih AS, Jumat (20/1/2017) sore waktu setempat, pendukung Trump sudah berdatangan untuk mencari tempat di Capitol Hill, Washington.

Leonard Triyono Reporter Voice of America (VOA) melaporkan, di lapangan luas depan Capitol Hill yang mengarah ke barat, berhadapan dengan sebuah mal, sudah ramai orang sejak pagi waktu setempat (pukul 19.42 WIB).

“Suhu udara di sini juga tidak terlalu dingin, tidak seperti biasanya. Sejauh mata memandang sudah sangat padat. Saya datang kesini sekitar setengah lima lho, tapi sudah banyak yang orang,” katanya kepada Radio Suara Surabaya.

Leonard mengatakan, pendukung trump datang dari berbagai penjuru Amerika. Banyak rombongan dari negara bagian lain, baik naik pesawat maupun naik bus, datang sejak Kamis (19/1/2017) malam waktu setempat. Para pendukung Trump sempat dihibur oleh artis-artis yang tampil dalam konser selamat datang.

“Mereka hari ini datang pagi-pagi, supaya dapat tempat. Karena kalau kesiangan, kan dapat tempat yang semakin jauh (dari panggung,red),” kata Leonard.

Informasi yang dia dapat, beberapa kelompok yang kontra Trump telah mengajukan izin berunjuk rasa. Mereka telah mendapat izin sore waktu setempat (pagi dini hari WIB) dan tentu saja tidak berlokasi di lokasi Inaugurasi.

“Sekarang belum ada tanda-tanda kehadiran mereka. Yang jelas, sore hari nanti saat presiden terpilih mengikuti parade dari Gedung Kongres ke Gedung Putih di sepanjang Jalan Pensylvania atau Pensylvania Avenue, sudah ada yang meminta izin untuk unjuk rasa,” ujar Leonard.

Perlu diketahui, beberapa isu menjelang inaugurasi Trump semakin mengental. Pendukung trump sudah sangat antusias dengan slogan “makes America great again” dari Trump. Dengan slogan itu, Trump berjanji Amerika akan mengusahakan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan menghindari ekspor pekerjaan ke luar negeri.

“Ini terbukti beberapa perusahaan memang sudah membatalkan kontrak untuk mengirim lapangan kerja ke luar negeri. Sedangkan isu lainnya, yang sudah diketahui, Trump akan mengubah kebijakan luar negeri. Misalnya dengan Rusia, dengan NATO,” katanya.

Trump bersama Michael Richard “Mike” Pence terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden AS setelah menang pemilihan umum (pemilu) 8 November 2016 lalu. Trump yang berasal dari Partai Republik berhasil mengungguli Hillary Clinton calon Partai Demokrat.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
25o
Kurs