Kamis, 24 September 2020

Perbedaan Ira Koesno dan Tina Talisa Menurut Ahli Bahasa Tubuh

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Suasana Debat II Pilkada DKI Jakarta. Foto: Faiz/Dok. suarasurabaya.net

Dua debat pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta dipandu oleh moderator yang berbeda, yaitu Ira Koesno pada debat pertama serta Tina Talisa dan Eko Prasojo untuk yang kedua.

Monica Kumalasari ahli bahasa tubuh menilai bahwa salah satu perbedaan Ira dan Tina terdapat pada gaya dan nada suaranya saat memandu jalannya acara.

“Ira Koesno, itu tone suaranya tinggi sehingga kesannya sedang marah atau emosi tinggi. Hal ini juga membuat situasi debat seperti mencekam,” katanya seperti dilansir Antara, Sabtu (28/1/2017).

Berbeda dengan Tina, kata Monica, pembawa acara berusia 37 tahun ini memiliki suara yang lebih nyaman baik bagi penonton maupun pasangan calon gubernur.

“Tina Talisa, dari sisi penonton dan paslon lebih nyaman karena tidak diburu-buru dan nada suaranya enak,” kata pakar bahasa tubuh berbasis sains yang mendapat lisensi dari Paul Ekman itu.

Sementara itu, Eko Prasojo, yang merupakan dekan di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia itu, dinilai Monica kurang mendalami jawaban dari para paslon.

“Saya tidak melihat dia memperdalam jawaban dari paslon padahal itu diperbolehkan, saya tidak melihat fungsi itu dari dia,” ujarnya.(ant/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Kamis, 24 September 2020
26o
Kurs