Senin, 30 November 2020

Petugas Kesehatan Harus Berani Jemput Bola

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Joko Widodo Presiden saat Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2017, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (28/2/2017). Foot: Setpres

Joko Widodo Presiden, meminta petugas kesehatan jemput bola, aktif mendatangi masyarakat untuk memberikan penyuluhan kesehatan.

“Kesehatan menjadi salah satu yang fundamental bagi sebuah bangsa supaya dapat berkembang dan berdaya saing. Di Indonesia sendiri, sebagai negara dengan penghasilan menengah, tidak sepantasnya masih ada anak-anak dan masyarakat yang mengalami kekurangan gizi, memalukan,” kata presiden, saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2017, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Menurut presiden, persoalan lain seperti penyebaran penyakit endemik dan angka kematian ibu yang masih tinggi juga harus secepatnya diselesaikan. Inilah persoalan yang harus ditangani, bila Indonesia ingin menjadi yang terdepan sebagaimana visi Indonesia Emas 2045 kelak.

Kepada para kepala dinas dan tenaga kesehatan yang tersebar di Puskesmas seluruh Indonesia, kepala negara berpesan agar tak pernah lelah mengajak dan mengingatkan masyarakat melaksanakan pola hidup sehat. Tindakan pencegahan segala macam penyakit di masyarakat harus dilakukan sedini mungkin.

“Artinya, Puskesmas harus datang dan menata masyarakatnya. Beri tahu masyarakat mana yang benar mana yang tidak. Mana hidup yang sehat mana yang tidak,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta seluruh pihak untuk mengubah pola pikirnya mengenai kesehatan. Banyaknya pasien yang berhasil ditangani oleh sebuah fasilitas kesehatan disebutnya bukanlah tolok ukur kesuksesan pemerintah. Sebab, keberhasilan pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat sesungguhnya ditandai dengan semakin meningkatnya masyarakat yang menjalankan hidup sehat.

“Yang benar adalah kita membuat masyarakat itu sehat sehingga Puskesmas dan rumah sakit sepi. Yang benar itu, jangan dibalik-balik. Saya masuk rumah sakit daerah dapat laporan kalau di sana pasien selalu antre. Ini yang keliru,” ujarnya.

Oleh karenanya, kepala negara sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali dan membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Ia pun meminta kepada para tenaga kesehatan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat ini.

“Kita kembalikan lagi kepada pola hidup sehat. Entah pola makannya, olah raga, lingkungan sanitasi, atau air bersih. Gerakkan ke sana,” kata presiden.

Lebih lanjut, upaya perbaikan kesehatan yang dimulai dengan pemenuhan gizi merupakan salah satu investasi jangka panjang terbaik yang dapat dilakukan. Di era persaingan seperti ini, Indonesia selain membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, tentunya juga memerlukan sumber daya manusia yang sehat.

“Kenapa saya berkunjung ke daerah untuk pemberian makanan tambahan ke ibu hamil dan balita? Saya hanya ingin memberikan pesan bahwa yang namanya gizi itu diperlukan sejak dalam kandungan. Ini investasi jangka panjang. Begitu kita berkompetisi dengan negara lain, menang dan kalah itu ditentukan dari investasi kita sejak dini,” ujar presiden.

Nila Djuwita F. Moeloek Menteri Kesehatan menjelaskan, dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017, ditandai dengan diluncurkan program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) dan pembangunan 124 Puskesmas di perbatasan.(jos/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Senin, 30 November 2020
28o
Kurs