Sabtu, 8 Agustus 2020

Wisuda ke 71 UK Petra, 5 Wisudawan S2 dan 87 mahasiswa S1 Raih Cumlaude

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Wisuda mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya. Foto: Humas UK Petra Surabaya

Universitas Kristen Petra Surabaya, Jumat (24/12/2017) bakal menggelar Wisuda UK Petra ke 71 di Auditorium UK Petra Surabaya. Sekurangnya 508 mahasiswa mengikuti prosesi itu.

Wisuda dijadwalkan dipimpin langsung Prof. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng., Rektor UK Petra Surabaya dan wisuda dibagi menjadi 2 shift. Program Strata 1 atau S1 diikuti 486 mahasiswa dan 22 orang dari Pasca sarjana.

Wisudawan dari Program Studi/Program Akuntansi Bisnis, Akuntansi Pajak, International Business Accounting (IBACC), Manajemen Perhotelan, Manajemen Kepariwisataan, International Business Management (IBM), Magister Ilmu Susastra, Sastra Inggris, English For Creative Industry, Sastra Cina, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), dilakukan pada shift pertama.

Dan shift kedua menghadirkan wisudawan dari program studi Program Studi/Program Magister Teknik Sipil, Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Ilmu Komunikasi, Magister Manajemen, Manajemen Bisnis, Manajemen Keuangan dan Manajemen Pemasaran.

Sekurangnya ada 5 wisudawan cumlaude program S-2 dan 87 wisudawan cumlaude S-1. Selain itu memang ada beberapa karya mahasiswa lainnya yang menarik dan memberikan perspektif baru bagi masyarakat.

Cynthia Tjandra, misalnya meneliti Fasilitas Edu-Wisata Pegunungan dan Budaya Tengger di Lumajang. Penelitian yang terinspirasi tragedi Taman Bunga Amarilis, Yogjakarta tahun 2016 lalu.

“Kebanyakan wisatawan, mementingkan foto selfie. Padahal ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah obyek wisata. Menambah pengetahuan, tentang flora fauna, geologi, hingga kultur budaya masyarakat,” terang Cynthia.

Butuh waktu sekitar 4 bulan, Cynthia berusaha merancang sebuah fasilitas yang mendidik namun tetap memberikan suasana wisata yang menyenangkan dengan cara menggabungkan unsur alam dan budaya. Yaitu potensi alam di Senduro dan kebudayaan Suku Tengger.

Mahasiswa lainnya, Giovinna Khoharja, yang mengambil Progam Studi Informatika tergelitik membantu para tuna netra dengan membuat aplikasi yang sederhana untuk mengenali nilai uang kertas pada smartphone Android.

“Saya berharap dengan adanya aplikasi ini maka akan mempermudah kehidupan para penyandang tuna netra dalam kehidupan sehari-hari. Mislanya saat bertransaksi,” terang Giovinna.

Dengan Tugas akhir penelitian Aplikasi Deteksi Nilai Uang pada Uang Kertas Indonesia dengan metode Feature Matching berhasil memperoleh IPK 3,6.

Pada aplikasi ini pengguna cukup mengambil gambar uang dengan hanya melakukan double tap kemudian hasilnya disuarakan.

Sistem ini menggunakan algoritma visi komputer, seperti deteksi feature, deskripsi feature, dan matching. Gio telah melakukan penelitian atas 700 gambar yang berbeda-beda dan mendapatkan hasil akurasi sebanyak 89,17% dengan waktu rata-rata deteksi 5.466 detik.(tok/dwi)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Sabtu, 8 Agustus 2020
Kurs