Senin, 20 Juli 2026

Saling Menghormati Jadi Kunci Situasi Kondusif di Surabaya

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Pendeta Yefta (kanan) pengurus Sinode Gereja Pentakosta se-Jawa Timur dan KH Hidayatullah (Kiri) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya, di Mapolrestabes Surabaya, pada Selasa (4/12/2018). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Menjelang Perayaan Natal 2018, K.H.Hidayatullah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya mengimbau kepada seluruh masyarakat Surabaya agar memahami betul makna satu bangsa dan satu Tanah Air Indonesia. Ia mengatakan, meskipun berbeda agama, masyakarat harus tetap saling menghargai dan menghormati.

“Sehingga masyarakat Surabaya bisa kondusif sesuai harapan semuanya. Jika situasi kondusif, kita bisa beribadah dengan nyaman, bekerja dan beraktivitas dengan nyaman,” kata K.H. Hidayatullah seusai menghadiri acara Temu Polrestabes Surabaya dengan Pengurus Gereja se-Kota Surabaya di Mapolrestabes Surabaya pada Selasa (4/12/2018).

Hal senada juga disampaikan oleh Pdt. Yefta Hadi Sugianto pengurus Sinode Gereja Pentakosta se-Jawa Timur. Ia mengatakan, masyarakat Surabaya memiliki toleransi yang begitu baik. Ia bahkan turut mendoakan ormas-ormas agama dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang telah membantu dan turut menjaga kondusifitas di kota Surabaya setiap menjelang perayaan hari besar agama.

Ia juga mengucap terimakasih pada ormas Islam seperti GP Anshor dan ormas lain yang sudah ikut menjaga keamanan setiap hari Natal.

“Itu adalah bagian dari toleransi yang sejak awal Founding Father sudah pikirkan,” katanya.

Ia menyebut, toleransi adalah salah satu hal yang memperkuat negara Indonesia, terkhusus di Kota Surabaya. (bas/dim/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 20 Juli 2026
26o
Kurs