Sabtu, 4 Desember 2021

294 Penghuni Sudah Dipulangkan, Liponsos Surabaya Tetap Penuh

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Supomo Kepala Dinsos Kota Surabaya (kanan) saat menjelaskan tentang pemulangan PMKS di Surabaya, Selasa (30/7/2019). Foto: Humas Pemkot Surabaya

Sampai Juni 2019, Pemerintah Kota Surabaya sudah memulangkan 294 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ke daerah asalnya.

Meski sebagian penghuninya sudah dipulangkan, tapi Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Surabaya, tetap saja penuh.

Data Dinas Sosial Surabaya, Januari lalu ada 20 PMKS yang dipulangkan. Februari sebanyak 51 orang, Maret 61 orang, April 38 orang, Mei 42 orang, dan Juni 82 orang.

Sebagian besar dari mereka berasal dari luar kota dan bahkan luar pulau. Sebagian ada yang dari Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Sumatera, dan Bengkulu.

Supomo Kepala Dinas Sosisal Surabaya mengatakan, mereka yang dipulangkan telah mendapat pernyataan sembuh dari tim dokter yang menangani.

Menurutnya, pemulangan PMKS itu sangat penting karena PMKS baru selalu berdatangan di Surabaya. Karena itulah Liponsos keputih tidak pernah sepi.

Dia mengatakan, jumlah PMKS yang menjadi tanggungan Pemkot Surabaya melalui Dinsos sebenarnya terdata sebanyak 1.073 orang.

Namun, saat ini 125 orang PMKS di antaranya sedang menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit jiwa yang ada di Jawa Timur.

“70 orang di Rumah Sakit Lawang, 50 orang di RSJ Menur,” katanya.

Berdasarkan informasi yang didapat suarasurabaya.net, kapasitas Liponsos Keputih sebenarnya hanya untuk 600 orang saja. Sekarang, penghuninya 948 orang.

Sebagian besar penghuni itu adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Jumlahnya mencapai 824 orang. Sisanya, datang dengan masalah beragam.

Ada 47 orang gelandangan dan pengamen (gepeng), lalu ada 49 orang lanjut usia, 11 anak jalanan, dan 17 orang pelaku tindakan asusila.

Dinsos Surabaya, kata Supomo, bekerja sama dengan Dispendukcapil untuk menemukan identitas para PMKS sembari melakukan penanganan medis.

“Dispendukcapil membantu kami menemukan identitas pasien dengan finger print, sehingga kami bisa memulangkan mereka,” katanya.

Supomo bersyukur, pada 2019 ini jumlah PMKS yang ditangani Pemkot Surabaya sudah cukup berkurang.

Dia bandingkan dengan 2017 lalu, yang mana jumlah penghuni Liponsos saat itu tembus 1.600 orang. Kelebihan 1.000 orang dari kapasitas sebenarnya.

“Sudah ada pengurangan. Mungkin sudah banyak yang tahu kalau ngemis dan ngamen di Surabaya bakal ditangkap. Mereka agak takut ngamen di Surabaya,” ujarnya.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Sabtu, 4 Desember 2021
30o
Kurs