Selasa, 4 Agustus 2020

Bom Bunuh Diri Beratribut Ojek Daring, Menhub Minta Aplikator Perketat Seleksi

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan mengimbau aplikator ojek daring untuk memperketat seleksi calon pengemudi guna menjamin keselamatan terkait adanya aksi peledakan bom bunuh diri yang beratribut salah satu perusahaan ojek daring di Indonesia.

“Tentu ini menjadi suatu evaluasi bagi kita bagi operator, kalau itu memang pengendara online, untuk melakukan seleksi secara baik, baik melalui tatap muka walaupun melalui suatu penelitian secara acak apa yg dikomunikasikan oleh yang bersangkutan,” kata Menhub usai menghadiri International Conference of Transportation Research and Innovation di Jakarta seperti dilansir Antara pada Rabu (13/11/2019).

Menurut dia, dengan cara seleksi ketat bisa mencegah perilaku-perilaku yang menyimpang yang berpotensi dilakukan oleh pengemudi ojek daring.

“Dengan cara seleksi yang baik dengan cara melakukan pengamatan yang baik, pasti kita akan kurangi kejadian-kejadian ini,” katanya.

Budi juga akan memanggil aplikator untuk mengkaji ulang proses penerimaan atau rekrutmen pengemudi.

“Kita akan undang aplikator kita akan kaji kembali proses rekrutmen dari mereka dan tentunya akan ada suatu harapan tahapan rekrutmen ini mesti ada tatap muka,” katanya.

Selain itu, dia menilai, diperlukan pula evaluasi secara acak terhadap mereka mereka yang menjadi anggota mitra.

“Karena kalau ada suatu kelainan pada suatu anggota biasanya sudah ditunjukkan dengan apa yang mereka lakukan pada keseharian,” katanya.

Dia menambahkan evaluasi secara acak juga dilakukan untuk mencegah adanya mitra pengemudi yang beroperasi tidak sesuai dengan akun.

“Ya, makanya itu bagian dari penelitian secara acak kepada mereka. Jadi, kalau mereka itu sudah tidak sama (akunnya), suatu indikasi bahwa mereka melakukan suatu tindakan yang kurang bertanggung jawab,” katanya.

Ia juga akan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk memperketat pengamanan di bandara-bandara.

“Saya akan evaluasi, saya akan koordinasikan dengan Kepolisian sejauh mana itu akan dilakukan. Apabila ada suatu rekomendasi dari kepolisian tentang upaya itu akan kita lakukan, jadi kita harus kooordinasi dulu,” katanya.

Menhub juga menyampaikan bela sungkawa dan menyesalkan kejadian bom bunuh diri tersebut.

“Saya menyampaikan prihatin atas kejadian itu dan yang kedua belasungkawa apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan suatu kematian,” katanya.

Ledakan di Polres Medan berlangsung pagi tadi pukul 08.45 WIB. Berdasarkan informasi kepolisian ledakan dilakukan oleh orang yang menggunakan atribut ojek daring. Kepolisian menduga pelaku tewas dalam kejadian tersebut. (ant/bas/dwi)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2020
26o
Kurs