Jumat, 20 Mei 2022

Edukasi E-Bike Ride 2019 BSN Kampanyekan Langit Biru

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Kegiatan E-Ride Bike 2019 didukung sepenuhnya Badan Standardisasi Nasional (BSN) wujudkan Langit Biru di Indonesia. Foto: Humas BSN

E-Bike Ride 2019 adalah konvoi Kampanye Kendaraan Listrik dan Sepeda Ber-SNI 2019 yang diharapkan menjadi ajang efektif mendukung terwujudnya Langit Biru di Jawa Tengah.

“Penyelenggaraan E-Bike Ride ini menjadi sarana promosi dan edukasi tentang Program Langit Biru kepada masyarakat, industri, pemerintah, komunitas dan akademisi,” terang Bambang Prasetya Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Senin (7/10/2019).

Konvoi kampanye kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI diikuti lebih dari 700 peserta dari kalangan masyarakat, industri, pemerintah, komunitas dan akademisi, dengan mengendarai motor listrik, sepeda listrik, serta sepeda.

M. Arif Sambodo Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Muthohar Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Sutrisna Wibawa Rektor UNY, serta Bambang Prasetya Kepala BSN bersama-sama ambil bagian pada konvoi ini.

Bambang menjelaskan, program Langit Biru merupakan upaya mengendalikan dan mencegah pencemaran udara yang dicanangkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada waktu itu, melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 1996.

Program Langit Biru juga bertujuan untuk mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor.

BSN dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu harus berkontribusi mendukung program ini.

“Melalui konvoi dan kampanye kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI, BSN bersama Pemerintah Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gerakan Langit Biru. Menciptakan awareness dan aksi nyata penggunaan kendaraan ramah lingkungan,” tambah Bambang.

Apalagi, kini pemerintah Indonesia tengah serius untuk mengurangi emisi gas buang yang dibuktikan salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik.

“Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Ini harus kita dukung, menggaungkan penggunaan kendaraan listrik lebih massif lagi,” kata Bambang.

BSN optimistis Jawa Tengah bisa mewujudkan Langit Biru. Jawa Tengah merupakan daerah yang berkomitmen tinggi dalam mendukung Program Langit Biru melalui program-program ramah lingkungan dan hemat energi.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan diterimanya Penghargaan Efisiensi Energi Nasional dari Menteri ESDM 5 kali berturut-turut sejak tahun 2014. Jateng dinobatkan sebagai sebagai Juara 1 untuk Kategori Penghematan Energi di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Selain itu, Kota Semarang juga pernah diganjar peraih nilai tertinggi hasil Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan Program Langit Biru Tahun 2016 (Kota Langit Biru terbaik) kategori Kota Metropolitan.

BSN sendiri sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang diberikan tugas oleh pemerintah untuk membina dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia, telah menetapkan 21 SNI terkait kendaraan listrik demi mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

“Hingga saat ini, BSN masih mengembangkan standar-standar lain terkait kendaraan listrik, mulai dari kategori Electric Propulsion component (Motor, Inverter & converter), Sistem Charging, Plug and Sockets dan Antarmuka Komunikasi,” papar Bambang.

Dan terkait sepeda (bukan berbasis listrik), BSN telah menetapkan 22 SNI. Dari jumlah tersebut, yang diwajibkan penerapannya ialah SNI 8224:2016 Persyaratan keselamatan dan metode uji untuk sepeda anak dan SNI 1049:2008 Sepeda Syarat keselamatan.

Berdasarkan data yang dimiliki BSN (bersumber data aplikasi Si Bang Beni) per September 2019, jumlah industri sepeda di Indonesia ada 28. Dari jumlah tersebut, 4 berada di Jawa Tengah.

BSN meyakini, industri kendaraan listrik dan sepeda ber-SNI akan terus meningkat dan siap memproduksi kendaraan sesuai standar.

“BSN telah menyediakan standar-standar untuk menjamin kualitas mutu produk yang dihasilkan. Selain itu, BSN juga siap menyediakan skema sertifikasi serta mendorong kemampuan lembaga penilaian kesesuaian di Indonesia,” ujar Bambang.

Khusus di Jawa Tengah, Bambang pun optimistis daerah ini mampu menggenjot penerapan SNI lebih kuat lagi. Hal ini didukung komitmen pengembangan dan penerapan SNI, yang ditandai penghargaan Tokoh Standardisasi 2018 Kategori Kepala Daerah kepada Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah.(tok/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 20 Mei 2022
31o
Kurs