Sabtu, 29 Januari 2022

Empat Kampus Mengabdi di Kawasan Bank Sampah Bintang Mangrove

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Empat kampus melaksanakan pengabdian masyarakat bersama di kawasan Bank Sampah Bintang Mangrove, Surabaya pada Minggu (3/3/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Sebanyak empat kampus yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UK Petra, Ubaya, UPH, dan Universitas Ciputra (UC), menggelar pengabdian masyarakat bersama di kawasan Bank Sampah Bintang Mangrove, Surabaya pada Minggu (3/3/2019). Mengambil tajuk “Triple U x UC”, mereka berbagi peran pengabdian di bidang Pendidikan, Lingkungan, Kampung Warna, Kewirausahaan.

Ricardo Julian Ketua Panitia dari Kampus UK Petra mengatakan, kerjasama antar BEM Kampus ini sudah berjalan selama 5 tahun. Awalnya, hanya ada tiga kampus yang berinisiatif menggelar pengabdian masyarakat gabungan, yaitu dari BEM UK Petra, Ubaya, dan UPH.

“Pada tahun kelima ini, kami ketambahan dari BEM UC. Akhirnya semakin besar. Dan untuk tahun ini UC mendapat tugas melatih kewirausahaan warga,” ujar Ricardo ketika ditemui di sela-sela acara pada Minggu (3/3/2019).


Mahasiswi mengecat tempat sampah. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Ia juga mengatakan, selama empat tahun belakangan, pengabdian masyarakat yang mereka lakukan dijadwalkan sekali dalam setahun. Namun, pada tahun ini pengabdian digelar sebanyak dua kali. Sebelumnya mereka telah menggelar pengabdian di bidang kesehatan di Taman Flora, Surabaya pada 17 Februari lalu.

Ia menegaskan, empat pengabdian yang mereka gelar hari ini saling terhubung dengan kebutuhan warga. Semisal pengabdian pendidikan oleh UPH, mereka mengajarkan pada warga sekitar tentang mitigasi bencana, seperti banjir dan gempa bumi. Selain itu mereka juga memberi penyadaran tentang pentingya menanggulangi sampah.

Selanjutnya kewirausahaan dari UC. Mereka melihat, warga kampung yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, sebenarnya memiliki potensi penghasilan yang menjanjikan.

“Orang sini kan sebenaenya pendapatannya menjanjikan. Dari UC. Gimana caranya memasarkan, packacing yang baik, juga cara ngolah ikannya itu diajarkan,” katanya.

Tak hanya itu, juga ada pengabdian lingkungan dari UK Petra dalam bentuk sumbangan tempat sampah dan tanaman hidroponik. Ricardo mengaku, pemilihan sumbangan tempat sampah muncul karena permintaan warga yang merasa tempat sampah di daerah mereka kurang.

Terakhir kampung warna. Pengecatan mural di sepanjang jalan kampung merupakan upaya untuk mengingatkan warga tentang berbagai hal, seperti pentingnya pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. (bas/iss/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Sabtu, 29 Januari 2022
25o
Kurs