Jumat, 3 April 2020

Iran Keluarkan Larangan Perjalanan ke AS

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Josh Fattal (kiri) dan Shane Bauer (kanan) dua pendaki asal AS yang dilepaskan dari rumah tahanan di Iran, memberikan pernyataan di hadapan media di New York, Minggu (25/9/2019). Foto: VOA

Pemerintah Iran pada Selasa (10/12/2019) memperingatkan warganya, terutama para ilmuwan, untuk tidak berkunjung ke Amerika, mengatakan warga negara Iran di sana menjadi subjek penahanan lama dan sewenang-wenang dalam kondisi tak manusiawi.

“Warga Iran, terlebih para ilmuwan dan para elit, diminta agar tidak mengunjungi Amerika, bahkan untuk menghadiri konferensi ilmiah dan bahkan telah mendapatkan undangan,” bunyi imbauan perjalanan di situs Kementerian Luar Negeri yang dikutip Antara dari Reuters.

Pihaknya merujuk, “hukum Amerika yang kejam dan sepihak terhadap warga Iran, terutama para elit Iran, serta penahanan lama dan semaunya dalam kondisi yang tak manusiawi” sebagai alasan imbauan perjalanan.

Amerika Serikat dan Iran pada Sabtu melakukan pertukaran tahanan – Xiyue Wang lulusan Amerika, yang ditahan selama tiga tahun atas dugaan mata-mata, dan Massoud Soleimani peneliti Iran, yang dituduh melanggar sanksi – dalam kerja sama langka antar musuh bubuyutan tersebut.

Soleimani ditangkap setibanya di AS tahun lalu setelah diundang dalam program penelitian di Mayo Clinic di Minnesota, menurut Kantor Berita Fars.

Belasan warga negara Iran lainnya ditahan di penjara AS, yang kebanyakan dari mereka melanggar sanksi.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
28o
Kurs