Rabu, 26 Februari 2020

Mengenal Dioksin, Zat Kimia dalam Sampah yang Mudah Terserap Tanah

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto yang jadi salah satu desa di Jawa Timur yang disorot karena diduga tercemar dioksin. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Zat Kimia Dioksin yang ada dalam sampah plastik diketahui sangat mudah terekstrasi dan terserap tanah.

M. Farid Dimyati Lusno Ahli Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair mengatakan, dioksin yang masuk ke dalam tanah akan meracuni lingkungan selama bertahun-tahun.

Ia menambahkan, agar dioksin terekstrasi dan keluar dari sampah plastik, bahkan tidak perlu pembakaran. Paparan sinar matahari langsung ke tumpukan sampah plastik sudah cukup membuat dioksin masuk ke dalam tanah.

“Kalau dioksin ini terserap oleh tanah, maka dia di tanah itu akan bertahan, 10 sampai 20 tahun. Dia diem disitu. Jumlahnya bisa terus bertambah begitu,” ujar Farid kepada suarasurabaya.net pada Rabu (20/11/2019).

“Jadi gak harus perlu terbakar dia. Kena pemanasan, kena sinar matahari, itu cukup. Jadi kalau njenengan perhatikan misalnya, botol-botol minuman berbagai merk, kan selalu ditulisi tidak boleh terkena matahari langsung. karena matahari langsung ini bisa melepaskan dioksin dari plastiknya. Sehingga masuk ke air. Kalau disitu ada banyak timbunan sampah plastik, begitu kena sinar matahari, dia akan muncul. Bisa masuk ke tanah itu. Ditimbun sama saja,” lanjutnya.

Sedangkan, sampah plastik yang dibakar akan lebih berbahaya. Sebab, dioksin yang ada pada sampah plastik akan terlepas jauh lebih banyak lagi.

Dioksin bisa terbawa kemana saja. Mulai dari hewan hingga tumbuhan. Dalam kasus hewan, dioksin akan tersimpan di tubuh hewan tersebut dan telur yang dihasilkan. Untuk tanaman, dioksin bisa masuk mulai dari akar, batang, daun, hingga buahnya.

Ketika dioksin masuk ke dalam tubuh manusia, ada beberapa penyakit yang bisa diderita manusia. Salah satunya Kardiovaskular, Diabetes, Kanker, dan Kolestrol. Bahkan, bagi ibu hamil, dioksin bisa masuk ke dalam tubuh sang anak lewat plasenta dan kemudian bisa juga ditularkan lewat ASI.

Seperti diketahui, saat ini ada dua desa di Jawa Timur yang disorot karena diduga tercemar dioksin. Masing-masing yaitu Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto dan Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo.

Di desa Bangun, warga sebagian besar bekerja di bidang pemilahan sampah plastik impor. Pemandangan tumpukan sampah di pekarangan rumah dan lahan-lahan di desa sangat mudah ditemui. Sedangkan, di desa Tropodo, banyak berdiri pabrik tahu yang menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar utamanya.

Sebuah penelitian global yang digagas IPEN bersama Arnika Association, Nexus3 dan Ecoton menyebut, usaha pemilahan sampah di dua desa ini mengakibatkan telur ayam disana terkontaminasi Dioksin dan zat berbahaya lain dalam angka yang cukup tinggi. Mereka mengatakan, ayam buras yang menghasilkan telur ini mencari makan secara liar di dekat sampah dan ikut tertelan tanah di sekitar area tersebut. (bas/dwi/rst)

Berita Terkait