Senin, 15 Agustus 2022

Orang Depresi Perlu Dapat Dukungan dari Orang Terdekat

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Dr. Nalihi Muhdi, SpKJ Perwakilan Indonesia untuk Internasional Association for Suicide Prevention (IASP). Foto: dok suarasurabaya.net

Orang yang depresi dan berpotensi mengalami depresi perlu mendapat dukungan dari orang terdekat.

Dr. Nalihi Muhdi, SpKJ Perwakilan Indonesia untuk Internasional Association for Suicide Prevention (IASP) mengatakan, mereka tak boleh ditinggalkan.

“Untuk sementara ditemani, kalau mereka makin berat (masalahnya, red) sebagian keluarga, temennya, harus jadi orang yang supportif. Jangan di judge, kita menenin. Kita jadi teman curhat, itu penting. Jangan dibiarkan sendirian justru. Dia akan terjebak pada pikiran kematian,” ujar Nalini pada suarasurabaya.net pada Rabu (4/12/2019).

Depresi, kata Nalini sudah masuk dalam kelompok resiko tinggi (high risk group). Terlebih, katanya, jika orang tersebut sudah pernah melakukan percobaan bunhh diri atau putus asa dan menyalahgunakan alkohol atau narkoba. Beberapa cara bisa dilakukan untuk menunjukkan support pada keluarga yang mengalami depresi.

“Kita harus memberikan dukungan pada mereka, menemani, mendengarkan tanpa harus menghakimi, mendengarkan dengan empati, mendampingi. Harus stay connected,” jelasnya.

Selain itu, jika keadaan makin berat dan tidak ada progress positif setelah menemani dalam 2×24 jam, ada baiknya keluarga mengajak orang bersangkutan menemui psikiater.

“Kalau berat, bunuh diri, ranahnya psikiater, psikolog (adalah, red) mitra, kelanjutaan penangannya setelah psikiater. Psikolog itu mitra psikiater,” katanya. (bas/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
27o
Kurs