Senin, 6 Desember 2021

36 Siswa SMP Positif, Pemkot Kembali Bimbang Tentukan Sekolah Tatap Muka

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Pelajar SMPN 1 Surabaya jalani tes swab di sekolah pada Rabu (25/11/2020). Foto: Abidin suarasurabaya.net

Febriadhitya Prajatara Kabag Humas Pemkot Surabaya menegaskan, sebanyak 36 pelajar SMP dinyatakan positif Covid-19. Puluhan pelajar yang positif itu termasuk dari ribuan pelajar di 17 sekolah yang beberapa hari lalu dilakukan tes swab massal sebagai salah satu langkah persiapan sekolah tatap muka.

Febri mengungkapkan, dari 4.760 pelajar kelas IX di 17 SMP Surabaya, yang mengikuti tes swab sebanyak 3.627 pelajar. Pelajar lainnya, ada yang memilih tes swab mandiri dan ada yang orang tuanya belum setuju sekolah tatap muka.

“Dari data itu, kita cukup prihatin ternyata ada 36 pelajar positif. Ada sekitar 1 persen dari jumlah total,” ujar Febri kepada suarasurabaya.net, Senin (30/11/2020).

Menurut Febri, karena tes swab ini untuk pencegahan Covid-19 sebagai persiapan sekolah tatap muka, maka pihaknya juga minta persetujuan orang tua dalam tahapan tes swab itu. “Kami menghormati, ada beberapa orang tua yang belum setuju sekolah tatap muka,” ujarnya.

Dengan hasil tes swab terdapat pelajar yang terkonfirmasi Covid-19, maka hal ini menjadi pertimbangan penting untuk evaluasi tim Satgas Covid-19, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan untuk persiapan sekolah tatap muka.

“Kami menyelenggarakan swab test bukan rapid test sehingga bisa membuka keterbukaan penanganan Covid-19. Kami sangat hati-hati. Ini menjadi kajian persiapan sekolah tatap muka,” katanya.

Sementara itu, Supomo Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya bilang, dengan adanya pelajar terkonfirmasi Covid-19 ini maka rencana belajar tatap muka bakal dikaji kembali.

Kalau merujuk keputusan SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri, bahwa kewenangan terhadap pelaksanaan sekolah tatap muka itu dikembalikan kepada daerah masing-masing dan bisa dimulai 1 Januari 2021. Namun, Supomo masih bimbang untuk memutuskan kapan sekolah tatap muka bisa dimulai.

“Kalau merujuk SKB, awal Januari sekolah bisa dibuka tanpa melihat zona. Kami akan melihat. Apakah di Desember, atau di Januari,” katanya.

Sekadar diketahui, kasus aktif Covid-19 di Surabaya per 29 November kemarin berjumlah 69 kasus. Namun, di beberapa daerah lain di Jatim kasus kembali naik. Pemkot Surabaya terus berupaya menjaga Covid-19 tetap terkendali dengan terus menggelar operasi protokol kesehatan dan tes swab massal.

“Beberapa daerah di Jatim mulai bertambah, kami terus waspada. Pemkot Surabaya gencarkan tes swab, tadi pagi sekitar 200 orang lebih tes swab di pasar Pucang. Ayo, kencangkan protokol kesehatan,” katanya. (bid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
26o
Kurs