Jumat, 3 April 2020

Bertambah, 6 Siswa SMPN 1 Turi Sleman Ditemukan Meninggal Dunia

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Pencarian siswa SMPN 1 Turi Sleman yang hanyut terseret banjir di Sungai Sempor, Jumat (21/2/2020). Foto : Antara

Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang meninggal dunia akibat insiden luapan dan arus deras Sungai Sempor bertambah menjadi enam orang. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sleman, sampai Jumat (21/2/2020) malam, enam murid lain mengalami luka ringan, sedang lima lainnya masih dalam pencarian.

Agus Wibowo Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB mengatakan bahwa lebih dari 180 personel gabungan masih melakukan pencarian lima murid yang masih harus dikonfirmasi keberadaannya.

“Personel gabungan menyusuri tepian sungai untuk mencari murid yang masih hilang meskipun dalam kondisi hujan gerimis. Sebanyak 239 murid yang selamat dari insiden telah terdata oleh pihak sekolah dan tim gabungan,” ujarnya melalui pesan teks.

Insiden ini, kata Agus, menjadi pembelajaran bersama sehingga insiden serupa dapat dihindari. Apabila akan melakukan kegiatan penyusuran sungai, harus dilakukan oleh orang dewasa dan terlatih. Anak-anak dan remaja dilarang untuk melakukan penyusuran sungai mengingat sangat berisiko tinggi. Perlu juga memberitahu aparat pemerintah dan keamanan setempat.

Di samping itu, aktivitas penyusuran sebaiknya dilakukan pada saat musim kemarau. Ketika ini dilakukan pada musim hujan, risiko air menjadi tinggi mengingat apabila hujan terjadi di sekitar hulu sungai akan berdampak pada arus dan volume air sungai hingga ke bagian hilir.

Sementara, Joko Suprianto Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman menyebutkan bahwa insiden tersebut bermula saat 250 murid SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor yang berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Ketika melakukan penyusuran tersebut, sekira pukul 15.30 WIB, arus air tiba-tiba deras dan volume air meningkat akibat kiriman dari hulu sungai.

Saat ini BPBD Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.(iss)

Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
28o
Kurs