Jumat, 3 April 2020
62 Mahasiswa Jatim dari Natuna Dijemput Keluarga di Bandara

Tak Satu Pun Masker Dipakai Saat Penyambutan, Gubernur Berharap Tak Ada Stigma

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Salah satu mahasiswi asal Jatim yang disambut keluarganya di VIP Room Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (15/2/2020). Foto: Denza suarasurabaya.net

Sebanyak 62 orang mahasiswa asal Jawa Timur yang menempuh pendidikan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, tiba di Terminal I Bandara Juanda Surabaya Sabtu (15/2/2020) malam.

Keluarga mereka, terutama mahasiswa yang berasal dari Unesa, sudah sejak sekitar pukul 19.30 WIB menunggu di salah satu hotel di Bandara Juanda. Seluruh keluarga ini lantas dikumpulkan ke VIP Room bersama keluarga mahasiswa lainnya.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyambut mahasiswa Jatim dari Natuna tanpa masker di apron VIP Juanda, Sabtu (15/2/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur ternyata juga turut menyambut mereka setelah menempuh perjalanan dari Lumajang ke Surabaya. Sekitar pukul 22.00 WIB, pesawat yang mereka tumpangi dari Bandara Halim Perdanakusuma tiba di Juanda.

Khofifah dan sejumlah pejabat Pemprov Jatim menyambut mereka di apron khusus VIP Terminal I Bandara Juanda. Mereka lantas menemui keluarga yang sudah harap-harap cemas menanti. Tangis bahagia mewarnai perjumpaan mereka.

Natania mahasiswi pertukaran pelajar Unesa-CCNU Wuhan akhirnya bertemu Lilis Triana ibunya di VIP Room Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (15/2/2020). Foto: Denza suarasurabaya.net

Natania, salah satu mahasiswa Unesa yang mengikuti pertukaran pelajar di Central China Normal University (CCNU) bertemu dengan Lilis Triana, ibunya, serta ayah dan adiknya. Ibunya memeluknya dengan sangat erat.

Demikian juga Subandi salah satu dosen jurusan Bahasa Jepang Unesa yang kembali bertemu Brandy Juan Ferrero, putranya, yang saat wabah virus korona merebak sedang berkuliah di jurusan Hubungan Internasional CCNU.

Para mahasiswa ini, meski sebagian ada yang sempat menangis haru, setelah itu mereka tampak begitu ceria. Tak satupun dari mereka yang mengenakan masker saat tiba di bandara. Begitu juga keluarga yang menjemput mereka.

Para pejabat Pemprov Jatim pun, termasuk Khofifah sendiri, menyambut mereka tanpa mengenakan masker pelindung wajah.

“Secara kesehatan, semua dinyatakan selesai melakukan proses observasi dua kali masa inkubasi. Mereka sudah mendapat surat keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan,” kata Khofifah.

Gubernur mengingatkan kepada masyarakat di lingkungan tempat para mahasiswa ini tinggal, juga di lingkungan kampus tempat mereka berkuliah, tidak perlu mengkhawatirkan atau meragukan kesehatan mereka.

“Masyarakat tempat tinggal mereka dan teman di kampus. Mereka dinyatakan sehat oleh Kemkes. Tidak ada indikasi virus korona. Tolong enggak usah khawatir, tidak perlu ada stigma macam-macam,” ujarnya.

Pemprov Jatim, menurutnya, akan tetap mendampingi mereka, terutama bila ada yang merasa trauma. Tiga rumah sakit di Jatim yang sudah disiapkan Pemprov Jatim sudah ada tenaga psikolog dan psikiater. Semua akan difasilitasi oleh Pemprov Jatim.

Heru Tjahjono Sekdaprov Jatim mengatakan, sebenarnya ada 65 mahasiswa Jatim yang pulang dari Halim Perdanakusuma Jakarta, malam ini. Hanya saja, tiga di antara mereka tidak naik penerbangan ke Surabaya.

Dua mahasiswa sudah dijemput keluarganya di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Sedangkan satu mahasiswa lagi memilih pulang langsung ke Banyuwangi dengan penerbangan Minggu pukul 10.00 WIB.(den/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
28o
Kurs