Jumat, 27 November 2020

Angka Kesembuhan Covid-19 Sudah Mencapai 30 Persen

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Reisa Broto Asmoro Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19. Foto: Faiz suarasurabaya.net

Reisa Broto Asmoro Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 mengaku, kalau Gugus Tugas sudah mengunjungi Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan untuk memberikan dukungan.

Kata Reisa, dukungan itu berupa alat kesehatan dan sumber daya manusia untuk membantu meningkatkan kapasitas ketiga provinsi tersebut dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Reisa menjelaskan kalau angka kesembuhan Covid-19 sampai saat ini telah mencapai 30 persen.

“Perlu dicatat, hingga saat ini angka kesembuhan Indonesia sudah mencapai 30 persen. 10.000 dari 30.000 pasien sudah pulih kembali, pulang ke keluarga dan masyarakat menjalankan hidup sehat serta kembali berkarya,” ujar Reisa dalam konferensi pers di kantor BNBP, Jakarta Timur, Senin (8/6/2020).

Dalam tiga bulan ini, kata dia, masyarakat Indonesia sudah menunjukkan aksi solidaritas bersama melawan Covid-19.

“Lebih dari 30.000 tenaga kesehatan kita bekerja keras merawat pasien Covid-19. Mereka disokong lebih dari 30.000 relawan medis dan non medis dari seluruh penjuru nusantara,” jelasnya.

Menurut Reisa, lebih dari Rp 200 Miliar donasi disalurkan ke Gugus Tugas.

“Sebuah dukungan untuk para patriot bangsa yang telah bekerja tanpa henti untuk kemanusiaan sejak 13 Maret 2020,” tegasnya.

Kata Reisa, kepedulian masyarakat juga ditunjukkan agar ekonomi masyarakat tetap bergerak dan berputar.

Menurut dia, tiba saatnya, masyarakat mulai hidup dengan kesadaran baru, beradaptasi dengan kebiasaan baru, kebiasaan untuk hidup yang lebih sehat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan agar semua bisa produktif dan aman dari Covid-19.

“Kedisiplinan penting agar kehidupan kita semua tetap produktif dan senantiasa terhindar dari Pandemi Covid-19 serta menekan kemungkinan ancaman lahirnya gelombang kedua,” tegasnya.‎

Kata dia, beradaptasi dengan kebiasaan baru adalah jalan keluar yang hampir seluruh dunia menerapkannya selama vaksin atau obat Covid-19 belum ditemukan.

“Kita semua ingin hidup terus berlangsung dan jangan kalah dengan Pandemi. Mari kita praktikan kebiasaan baru mulai dari sekarang, dari diri sendiri, dari rumah, rumah ibadah, pasar, pertokoan, transportasi umum, hotel, restoran, perkantoran dan tempat lainnya,” ujar dia.

Menurut Reisa, kebiasaan baru harus dimulai sejak sekarang dan harus dilakukan walaupun satu wilayah sudah dikategorikan menjadi zona hijau berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan.

Hal ini berlaku bagi seluruh wilayah di Indonesia, karena perjuangan melawan Covid-19 belum selesai, penambahan kasus baru masih terus terjadi.

“Karena itu tetaplah mencuci tangan dengan sabun agar tidak tertular dan menulari. Jangan menyentuh mata, hidung, mulut kalau tidak bisa memastikan tangan kita bersih. Tetaplah memakai masker jika keluar rumah. Menggunakan masker yang tepat akan menyelamatkan diri kita dan menyelamatkan orang lain. Mulai saat ini biasakan menjaga jarak fisik paling tidak 1 meter dengan orang lain, tidak berkerumun dengan orang-orang banyak. ini adalah suatu kebiasaan baru yang harus kita jalani sesuatu yang positif dan juga tak hanya Covid-19, tapi juga penyakit lain yang bisa menular secara langsung,” tegas dia.

Reisa mengaskan, keberhasilan Indonesia keluar dari Pandemi sepenuhnya tergantung bagaimana masyarakat terlibat, dan kerjasama semua perangkat pemerintahan dari pusat dan daerah. (faz/ang/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Surabaya
Jumat, 27 November 2020
33o
Kurs