Minggu, 29 Mei 2022

Antisipasi Banjir Lahar Semeru, Warga Dusun Sumbersari Lumajang Segera Diungsikan

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Thoriqul Haq Bupati Lumajang bersama Khofifah Gubernur Jatim, Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjend TNI Suharyanto Pangdam V Brawijaya, Irjenpol Nico Afinta Kapolda Jatim serta Sekdaprov Jatim mengunjungi area terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Foto: Humas Pemprov Jatim

Warga Dusun Sumbersari, Desa Curah Petung, Kedungjajang, Lumajang, diungsikan ke posko pengungsian pada Kamis (3/12/2020) malam, untuk mengantisipasi terjadinya banjir lahar. Evakuasi warga yang tinggal di dekat aliran lahar Gunung Semeru ini dilakukan mengingat hujan masih berpotemsi terjadi di kawasan tersebut.

“Ini tadi hujan dengan intensitas sedang yang ada di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Hujan bisa meluapkan lahar panas jadi betul-betul mengkhawatirkan bagi masyarakat di sekitaran aliran sungai lahar Semeru,” kata Thoriqul Haq Bupati Lumajang kepada Radio Suara Surabaya, Kamis malam.

Evakuasi warga ke pengungsian dilakukan untuk mengantisipasi masih terjadinya hujan di atas gunung Semeru. Karena jika hujan di atas gunung masih terjadi, maka potensi lahar mengalir ke bawah dan mengenai pemukiman masih sangat besar.

Apalagi waktu yang diperlukan lahar untuk mengalir ke bawah berlangsung dengan cepat, yakni hanya tujuh menit. Sehingga menurut Thoriq, evakuasi warga harus dilakukan secepatnya.

“Tadi diinfokan kira-kira seluruh total lahar panas yang turun sejauh 11 kilometer ke Curah Kobokan ini sebanyak 6 juta kubik dan waktunya hanya tujuh menit. Kalau tujuh menit dari atas ke bawah, kita tidak punya waktu banyak,” tambahnya.

Thoriq Bupati mendatangi lokasi endapan lahar panas gunung semeru di daerah aliran sungai (DAS) lahar Semeru sekaligus bersiap melakukan evakuasi terhadap warga yang paling terdampak jika terjadi banjir lahar. Ia ikut dalam rombongan Khofifah Gubernur Jatim, Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjend TNI Suharyanto Pangdam V Brawijaya, Irjenpol Nico Afinta Kapolda Jatim serta Sekdaprov Jatim.

Sebelumnya, sebanyak 400 KK sudah diungsikan secara bertahap. Kebanyakan dari mereka adalah warga di dua desa yang paling rawan dengan luberan lahar, yakni Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro dan Desa Supiturang di Kecamatan Pronojiwo.

Lahar Gunung Semeru menimbun sejumlah alat berat, kendaraan truk, sawah, dan 7 ternak milik warga yang ada di sekitar DAS. Belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa itu.(tin/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs