Jumat, 30 Oktober 2020

Berseteru Dengan Kapolres, Kasat Sabhara Blitar Ajukan Mengundurkan Diri

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
AKP Agus Hendro Tri Susetyo Kasat Sabhara Polres Blitar mengajukan pengunduran diri secara tertulis ke Polda Jatim, Kamis (1/10/2020). Foto: Istimewa

Seorang perwira di jajaran Polres Blitar mengajukan pengunduran diri secara tertulis ke Polda Jatim. AKP Agus Hendro Tri Susetyo yang menjabat Kasat Sabhara Polres Blitar itu, merasa dihina oleh AKBP Ahmad Fanani Prasetyo Kapolres Blitar.

“Hari ini saya sudah ajukan pengunduran diri pada Kapolda Jatim dengan tembusan bapak Kapolri. Alasannya, saya tidak terima sebagai manusia dengan arogansi Kapolres saya,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (1/10/2020).

Ia menilai, arogansi Kapolres tidak hanya dilakukan pada dirinya melainkan perwira lainnya. Menurutnya, Kapolres sering mengeluarkan makian kasar pada anggotanya.

“Sebenarnya saya ini sudah akumulasi dari senior saya. Akumulasi (kekesalan) kasat yang lain. Kalau ada yang tidak cocok gitu, maki-makian kasar itu sering disampaikan, mohon maaf, kadang sampai nyebut-nyebut binatang. Sama saya tidak separah itu, yang terakhir menyebut bencong, tidak berguna, banci, lemah, dan lain-lain,” tandasnya.

Menurutnya, Kapolres juga seringkali melakukan pencopotan jabatan terhadap anak buahnya, tanpa melakukan pembinaan lebih dulu.

“Kapolres tidak ada arahan apapun, tapi jika tidak benar langsung seperti itu. Sebenernya kan kalau salah dibina, bukan dimaki terus-terusan. Kadang main copot jabatan. Emangnya kalau copot orang itu bisa lebih baik? Belum tentu kan,” pungkasnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya Kapolres Blitar menyebut anggotanya itu selama satu minggu terakhir hingga saat ini sudah tidak pernah lagi berdinas di kesatuannya. Ia menyebut, Kasat Sabhara itu sudah bolos tugas sejak dia menegurnya pada tanggal 21 September lalu.

“Dia (Kasat Sabhara) tidak kerja setelah saya tegur. Dia itu (sebelumnya) saya tegur karena anggotanya itu rambutnya panjang. Dia gak terima dan menganggap saya arogansi,” ujarnya.

Kapolres merasa teguran yang dilakukan kepada Kasat Sabhara masih dalam batas kewajaran. Seperti layaknya pimpinan menegur bawahannya. Apalagi, dalam pelanggaran tertentu yang dilakukan oleh anak buahnya, ditemukannya secara langsung.

“Sebagai pimpinan kalau tegur anggota gimana? (masih dalam) batas kewajaran, namanya pimpinan sama bawahan begitu. Kalau dia merasa benar ya dilaksanakan perintahnya. Itu yang saya temukan langsung,” tegasnya.

Ia pun menegaskan, jika persoalan ini pun akan diserahkan pada Polda Jatim. Sebab, sebagai perwira, penanganan kasus Kasat Sabhara ini akan dilakukan oleh Polda Jatim, termasuk terkait dengan bolos dari dinas.

“Kalau saya yang jelas ranahnya Polda. Perwira ranahnya Polda. Kami buat laporan polisi tentang disiplin dia. Yang bersangkutan tidak melaksanakan dinas, sesuai absensi,” katanya.

Ahmad Fanani juga bilang, kalau Kasat Sabhara tidak menjalankan tugas operasi dengan benar. Bahkan, juga tidak bertindak semestinya sebagai polisi yang melayani dan mengayomi masyarakat. (bid/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
28o
Kurs