Kamis, 24 September 2020

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Pada 3-5 Juni

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Prakiraan BMKG. Foto: BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui surat nomor ME.01.02/PD/02/APM/VI/BMKG-2020 mengeluarkan peringatan dini adanya potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia dampak pola angin kencang pada 3-5 Juni 2020.

Eko Prasetyo Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG seperti yang dilansir Antara di Surabaya, Rabu (3/6/2020) malam menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari timur laut – tenggara dengan kecepatan 5 – 20 knot.

Sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari timur – tenggara dengan kecepatan 5 – 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Pulau Jawa, Laut Jawa, Perairan selatan Kalimantan, dan Laut Arafuru.

“Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut,” kata Eko seraya merinci kawasan yang berpeluang terjadi gelombang tinggi.

Tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan Bengkulu, Laut Sawu, Selat Sumba, perairan selatan Kupang, selat Karimata bagian utara, perairan utara kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu, perairan utara Pulau Jawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Sabalana – Kepulauan Selayar, Laut Flores, perairan Baubau – Kepulauan Wakatobi, perairan Manui – Kendari, perairan selatan Kepulauan Banggai – Sula, Laut Maluku, perairan Bitung – Sitaro, perairan selatan Pulau Buru, Ambon – Pulau Seram, Laut Seram, laut Banda bagian timur, perairan utara Kepulauan Sermata – Kepulauan Tanimbar serta Kepulauan Fakfak – Amamapare.

Sedangkan tinggi gelombang 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Nias hingga Kepulauan Mentawai, perairan Barat Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Samudera Gindia bagian barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sawu – Pulau Rote, Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa.

Perairan lainnya, perairan selatan Kalimantan, perairan timur Kepulauan Wakatobi, Laut Banda bagian barat, perairan selatan kepulauan Sermata – Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru dan Laut Arafuru.

Sementara itu, tinggi gelombang 4,0 – 6,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hingia selatan Jawa. “Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran,” kata Eko Prasetyo.

Perahu nelayan berisiko tinggi pada kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal feri pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo maupun kapal pesiar pada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” katanya.(ant/tin/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Ananda Maharani

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Kamis, 24 September 2020
26o
Kurs