Minggu, 29 Mei 2022

BPKB Tak Kunjung Terbit, Hati-hati Bisa Karena Sales Nakal

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Hendro Widodo (41) warga Jalan Ikan Gurami, Gresik merasa dipermainkan. Pasalnya, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dari motor yang dibelinya pada 24 Juli 2019 lalu, sampai saat ini belum juga diterimanya.

Kepada Radio Suara Surabaya, Senin (15/6/2020), Hendro menceritakan kejadian yang dialaminya. Itu berawal saat dirinya membeli satu unit motor Honda PCX, dan mengharuskannya untuk inden terlebih dahulu sekitar 3 bulan lamanya.

“Setelah saya pikir-pikir, saya gak jadi dulu beli motor itu. Saya mau beli rumah. Setelah itu saya tiba-tiba dihubungi sama sales motor Honda 99 katanya motornya ada (ready). Saya pikir itu motor dari orang yang batal ambil (cancel),” kata Hendro.

Tanpa berpikir panjang, Hendro pun setuju untuk membelinya secara cash dan transaksi itu berlangsung di rumahnya. Tidak lama dari itu, motor pun dikirim ke rumah Hendro. Tapi rupanya, motor yang dikirim itu bukan berasal dari dealer langganannya.

“Yang kirim itu bukan dari Honda 99 kalau dilihat dari mobil pick up nya, tapi dari Honda Panji Motor Surabaya di Jalan Tidar. Jadi dari dealer yang lain, bukan dari Gresik tapi Surabaya. Ada surat jalan, dan semua lengkap. Oke lah. Yang jelas saya gak mau bayar lewat sopir. Besoknya, si sales datang ke rumah dan saya bayar,” ujarnya.

Empat bulan kemudian setelah pembelian itu, Hendro menerima STNK motornya. Hingga bulan ke-10, Hendro mulai was-was. Sebab, BPKB motornya tidak kunjung jadi.

Ia mengaku intens berkomunikasi dengan si sales motor. Setiap ditanya perkembangan mengenai BPKB motornya, si sales menjawabnya masih dalam proses.

Setelah menunggu lama, Hendro pun akhirnya mendapat kabar dari si sales tersebut kalau ternyata BPKB motornya digadaikan di FIF, yang diduga dilakukan oleh seorang perantara.

“Mungkin ini ya mbak, jadi si sales ini terima orderan. Karena ditempatnya gak ada, jadi diambilin di tempat lain. Nah, ada orang kedua ini mbak (perantara dealer lain). Itu namanya Misbahul Munir, saya gak tahu itu sales apa bukan. Kata si salesnya itu, dia (Misbahul, red) sudah tidak bisa dihubungi. Katanya udah banyak korbannya mbak, sales dari dealer lain juga pernah kena, jadi korbannya banyak,” kata dia.

Hendro mengaku saat ini pihaknya sudah melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke polisi. Dalam laporannya, ia juga melaporkan si sales yang diduga terlibat didalamnya.

“Ini saya disuruh buat surat pernyataan. Hari ini baru saya laporkan. Salesnya (yang dilaporkan, red), karena ini ada hubungannya dengan salesnya,” kata dia.

Laporan inipun mendapatkan respon dari pendengar Suara Surabaya. Tidak sedikit yang menyebutkan modus penipuan ini dilakukan sales/marketing kendaraan.

Bahkan command centre Polrestabes Surabaya juga ikut mengomentari dan menyarankan Hendro agar berkoordinasi dengan Kepolisian, dan kasus ini juga langsung dilaporkan ke unit Reskrim Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, Catur SPV Honda 99 Surabaya mengaku sudah merespon keluhan tersebut. Tim Honda 99 Gresik akan mendatangi kediaman Hendro dan bersedia membantu masalah yang dihadapinya itu.

“InsyaAllah hari ini ke sana (rumah Hendro, red). Paling tidak, kami membantu untuk menjelaskan bahwa ini tidak ada transaksinya dengan dealer kami. Tapi oleh salesnya, dialihkan ke dealer lain. Sekalian juga minta keterangan soal si sales yang berkomunikasi dengan Pak Hendro. Kami pasti akan mengawal ini,” ujarnya saat dihubungi suarasurabaya.net.

Terkait sales yang diceritakan Hendro, Catur mengungkapkan bahwa sales tersebut sudah tidak terdaftar di Honda 99 Gresik.

“Nah kebetulan sales yang diceritakan Pak Hendro tadi sudah tidak terdaftar di Honda 99 Gresik. Ini kami masih melacak lagi ya, apakah pada saat transaksi itu dia statusnya masih bekerja apa tidak,” kata dia.

Berkaca dari kasus Hendro itu, Catur menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati. Untuk pembelian sepeda motor disarankan untuk datang langsung ke dealer. Kemudian, pembayaran sebaiknya juga dilakukan di kasir dealer dan paling aman ditransfer atas nama PT atau dealer.

“Jadi jangan memberikan uang, yang hanya dikasih kwitansi sayur alias tanpa logo PT atau dealer. Kami sebenarnya juga kewalahan, karena di luar sana itu banyak sales liar yang sebenarnya bukan dari sales kami. Itu kami juga berperang melawan itu. Meskipun dia (sales, red) resmi dan ketemunya di dealer, jangan mau bayar di sales atau transfer atas nama selain dealer,” jelasnya. (ang/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
28o
Kurs