Minggu, 28 November 2021

Daring Tidak Maksimal, Tatap Muka Wajib Protokol Kesehatan Ketat

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Ilustrasi. Simulasi sekolah tatap muka di SMPN 15 dan SMPN 3 Surabaya, Senin (3/8/2020). Foto : Istimewa

Menyoal rencana pembelajaran tatap muka bagi siswa sekolah dasar khususnya kelas VI, layak dilakukan tetapi tetap mengacu protokol kesehatan dengan ketat di masa pandemi Covid-19.

“Faktanya bahwa pembelajaran daring memang tidak maksimal.  Sejauh ini, selama pandemi ini, proses belajar secara daring seperti yang berlangsung saat ini justru memunculkan banyak masalah. Tatap muka bisa jadi solusi jika dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, ” kata Isa Anshori pemerhati pendidikan, Rabu (21/10/2020).

Keluhan orang tua peserta didik, lanjut Isa tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena ketika proses belajar daring dilakukan, khususnya untuk siswa sekolah dasar, maka orang tua mau tidak mau harus mendampingi putera puterinya. Ini persoalan baru bagi orang tua.

“Bahkan mereka yang berlatar belakang pendidikan tinggi sempat mengalami hambatan dan kendala ketika mendampingi anaknya belajar daring. Bagaimana dengan orang tua yang bukan dari latar belakang pendidikan tinggi? Ini jadi kendala sehingga pembelajaran daring jadi tidak maksimal, ” kata Isa.

Pun juga dengan guru, jika mereka terbiasa hanya sekadar menyampaikan pelajaran semata, maka pada pembelajaran daring guru juga mengalami kendala. Terkait misalnya penilaian tentang sikap peserta didik selama mengikuti pembelajaran.

“Apakah guru cukup hanya melihat siswanya duduk manis di depan gadget lalu diberi nilai bagus? Tidak bisa begitu. Ini juga persoalan bagi guru yang memang tidak siap dengan perubahan proses pembelajaran daring. Ini juga jadi kendala ketidakmaksimalan belajar daring,” tegas Isa.

Karenanya, jika Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar belajar tatap muka bagi siswa kelas VI, satu di antara hal penting yang harus diperhatikan adalah soal protokol kesehatan.

“Tentu saja protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. Ini menyangkut keselamatan peserta didik sendiri maupun guru, termasuk orang lain yang ada di sekolah. Bukan sekadar penerapan tapi harus diwajibkan patuh protokol kesehatan,” tegas Isa.

Sementara itu pelaksanaan proses belajar tatap muka dengan protokol kesehatan ketat mengisyaratkan orang tua peserta didik juga mau dan rela ikut serta mematuhi protokol kesehatan.

“Orang tua wajib ikut serta mematuhi protokol kesehatan. Karena bagaimanapun peran orang tua masih sangat dibutuhkan. Sekaligus proses belajar tatap muka ini juga penegasan bahwa anak-anak adalah pelajar yang satu di antara indikasinya adalah proses belajar tatap muka,” pungkas Isa. (tok/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
24o
Kurs