Jumat, 22 Oktober 2021

Di Jatim Sehat Khofifah Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat mengikuti meramaikan kegiatan Jatim Sehat, yang digelar bersamaan car free day di kawasan Darmo, Minggu (8/3/2020) pagi. Foto: Humas Polda Jatim

Ribuan masyarakat ikut meramaikan kegiatan Jatim Sehat yang digelar bersamaan car free day di kawasan Darmo, Minggu (8/3/2020) pagi. Acara yang juga dihadiri jajaran Forkopimda itu mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Ini menyikapi merebaknya isu virus corona atau covid-19, yang sudah masuk ke Indonesia. Kegiatan itu diisi acara senam dan jalan sehat mulai Taman Bungkul sampai Jalan Polisi Istimewa. Kemudian juga ada kampanye cuci tangan yang baik dan benar bersama beberapa tenaga medis.

Dalam kesempatan itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan virus corona cukup banyak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, juga membuat fear effecf atau ketakutan yang membuat masyarakat akhirnya panik.

Kondisi itulah sempat membuat panic buying di Jakarta dan Surabaya. Beberapa barang menjadi langka dan mahal, karena masyarakat berbondong-bondong membelinya. Seperti masker, hand sanitizer, dan beberapa bahan pokok lainnya.

“Virus corona ini menjadi perhatian dunia sampai Bank Dunia pun melakukan koreksi pada pertumbuhan ekonomi dunia di berbagai negara. Kemudian pemerintah juga melakukan koreksi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Khofifah.

“Ada fear effect atau efek takut yang kemudian bikin panik, bahkan sempat ada panic buying di Jakarta dan Surabaya. Ini harus dicermati dan dicerdaskan ke masyarakat sebetulnya coronavirus itu apa dan cara penyebarannya apa terus cara-cara pendangkalannya seperti apa,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan Jatim Sehat yang diisi beragam kampanye pola hidup sehat itu, Khofifah berharap masyarakat Jatim tidak lagi panic buying. Virus corona bisa dicegah dengan cuci tangan dan menjaga pola hidup yang sehat.

“Masyarakat Jatim itu harus mendapatkan informasi yang cukup dan komprehensif. Oleh karena itu, seluruh jajaran Forkopimda ini semuanya kita bersatu untuk menyampaikan informasi Jatim sehat. Kita ingin masyarakat tidak melakukan panic buying. Apalagi merasa ini sesuatu yang menjadi monster ada fear effect-nya,” kata dia.

Khofifah menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan antisipasi terhadap virus Corona. Setidaknya di Jatim, sudah ada 44 rumah sakit yang memiliki ruang isolasi. Kendati demikian, belum ada kasus yang terkonfirmasi positif corona di Jatim.

Selain itu, pihaknya juga telah mengerahkan jajarannya untuk terus memantau ketersediaan pangan, dan bahan-bahan lainnya. Termasuk ketersediaan masker. Khofifah menyebutkan, ketersediaannya di Jatim masih terpantau aman.

“Di Jawa Timur ini, ada 44 rumah sakit yang sudah memiliki ruang isolasi. Ada 41 RS yang sebagai rujukan pertama, ada tiga RS sebagai rujukan utama. Jadi Insya Allah seluruh lini sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan secara terus terkoordinasi,” kata dia.

“Dokter Sudarsono juga menyampaikan tadi bahwa masker itu bukan untuk orang yang sehat. Tetapi untuk orang yang sakit dan juga tenaga paramedis yang sedang melayani. Pada posisi-posisi seperti itu, maka seharusnya kita memahami bahwa tidak perlu kita memborong sampai akhirnya langka dan mahal. Insya Allah stoknya di Jatim cukup,” jelasnya.

Menurut Khofifah, pola hidup sehat seperti cuci tangan yang baik dan benar merupakan cara paling aman untuk mencegah virus corona. (ang/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Jumat, 22 Oktober 2021
34o
Kurs