Jumat, 19 Agustus 2022

Di Unusa, Mahasiswa Terdampak Covid-19 Terima Potongan Uang Kuliah

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Prosesi penyerahan bantuan potongan biaya kuliah bagi mahasiswa Unusa terdampak Covid-19. Foto: Humas Unusa

Bagi mahasiswa terdampak wabah Covid-19, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan bantuan biaya pendidikan dalam bentuk potongan uang kuliah. Selain mahasiswa terdampak Covid-19, juga ada bantuan bagi Penerima Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K).

Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie,. M.Eng., Rektor Unusa, mengatakan Unusa menyalurkan program Bantuan Biaya Pendidikan untuk mahasiswa Unusa penerima KIP Kuliah tahun akademik 2020-2021 dan mahasiswa aktif Unusa, terutama yang terdampak pandemik Covid-19.

“Beasiswa ini adalah bentuk kepedulian Unusa kepada putra atau putri bangsa Indonesia agar bisa tetap kuliah dan meraih mimpi dan cita-citanya,” ujarnya kepada awak media yang menemuinya, Senin (26/10/2020) di kafe Fastron Lantai 3 Tower Unusa.

Jazidie menjelaskan, bahwa dalam Bantuan Biaya Pendidikan ini terdapat potongan biaya uang SPP pendidikan. Unusa juga mempertimbangkan penerimaan beasiswa itu dari prestasi akademik dan nonkademik, kemudian kondisi ekonomi keluarga mahasiswa.

“Bantuan biaya pendidikan sebanyak 421 mahasiswa (250 penerima UKT dan 171 penerima KIP-K). Jumlah dana yang disalurkan sejumlah Rp. 361.355.000,-. Dana tersebut bersumber dari Unusa Peduli dan Unit Pengelola Zakat (UPZ) Unusa. Penerima bantuan ini dari seluruh Indonesia, yang telah menjadi mahasiswa Unusa,” kata Jazidie.

Di masa pandemi seperti saat ini, proses pembelajaran tetap berlangsung meskipun dalam bentuk daring. Beberapa perguruan tinggi di Surabaya, memilih proses pembelajaran secara daring sebelum pandemi betul-betul usai.

Beberapa mahasiswa di Surabaya yang sempat ditemui suarasurabaya.net, Senin (26/10/2020) mengakui bahwa di masa pandemi seperti saat ini, proses perkuliahan tetap berlangsung, dan pembiayaan kuliah juga tidak berhenti. Artinya, bayar kuliah tetap dilakukan meski proses pembelajaran tidak berlangsung tatap muka di kampus.

“Kalau dulu, sebelum pandemi perkuliahan dilakukan tatap muka di ruang-ruang kuliah. Tapi sekarang ini, tatap muka tidak dimungkinkan. Perkuliahan diganti daring, tapi bayar kuliah tetap. Karena itu, bantuan-bantuan dari kampus dalam bentuk potongan biaya kuliah atau beasiswa sangat kami butuhkan,” ujar Bayu Widodo mahasiswa.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 19 Agustus 2022
29o
Kurs