Selasa, 27 Oktober 2020

Pentingnya Link and Match Pendidikan dan Dunia Kerja dikupas Unusa dalam Webinar

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Edi Priyanto Direktur SDM PELINDO III. Foto: Istimewa

Webinar melalui kanal Zoom dan Youtube digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bahas pentingnya link and match dunia kerja.

Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar Webinar seri 4 dengan tema Vokasi kuat, menguatkan Indonesia melalui link and match pendidikan vokasi dengan dunia industri, melalui aplikasi Zoom dan Youtube channel.

Menghadirkan dua pamateri yaitu Direktur SDM PELINDO III, Edi Priyanto, S.KM., MM, dan Dirjen Vokasi Kemdikbud Wikan Sakarinto, Ph.D. dengan dipandu moderator Muslikha Nourma Rhomadhoni S.KM., M.Kes yang juga sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) D-IV Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Unusa.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengapresiasi acara yang digelar oleh FKes yang mengedukasi tentang pendidikan vokasi. Melalui acara ini, masyarakat bisa memahami bagaimana pendidikan vokasi.

“Jadi acara ini sangat membantu siswa untuk memilih pendidikan vokasi, dimana saat ini vokasi ini mulai dilirik beberapa industri,” terang Jazidie.

Sementara itu, Direktur SDM Pelindo III, Edi Priyanto, S.KM., MM menjelaskan perlu adanya komunikasi dari universitas dengan industri. Hal ini dikarenakan banyaknya lulusan sekolah vokasi kurang dapat berkomunikasi lisan atau pun tulisan dengan baik, Kurang Inisiatif, mudah bosan, kurang dapat bekerja sama dalam sebuah tim dan umumnya kurang tahan mengahadapi tekanan dalam dunia kerja.

“Jadi perlu adanya komunikasi yang terjadi pada universitasi dengan dunia industri agar bisa menghasilkan lulusan yang memang berkompeten,” ucap Edi.

Pria yang dulu pernah menjabat sebagai Humas Pelindo III ini menjelaskan komunikasi dengan industri ini jangan hanya serimonial namun perlunya komunikasi yang intens. “Seperti industri juga diikut sertakan dalam penyusuanan kurikulum pendidikan, atau bahkan praktisi dari industri yang biasa mengajarkan ke mahasiswa vokasi,” ujar Edi.

Sedangkan Dirjen Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud Wikan Sakarinto, Ph.D. menilai jika lulusan vokasi juga tidak hanya harus berkompeten. Namun harus didukung dengan Kemampuan hard skill, soft skill, kejujuran dan integritas. “Jika semua itu ada pada lulusan vokasi akan dengan mudah untuk berkembang di dunia industri,” ungkap Wikan.

Wikan menjelaskan jika industri dengan universitas mulai bisa melakukan komunikasi yang baik dengan kebutuhan yang diperlukan dalam industri. “Selain menyusun kurikulum, industri bisa membantu universitas dengan program Corporate Social Responsibility (CSR),” pungkas Wikan.(tok/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2020
28o
Kurs