Sabtu, 28 Januari 2023

Enam Laskar FPI Meninggal, Anggota DPR Mempertanyakan Rekaman CCTV di Jalan Tol

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Arwani Thomafi Wakil Ketua Komisi V DPR RI. Foto: Farid suarasurabaya.net

Arwani Thomafi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengatakan, aparat kepolisian harus transparan dalam mengusut insiden meninggalnya enam orang Laskar Front Pembela Islam (FPI), beberapa hari lalu.

Berdasarkan keterangan aparat kepolisian, enam orang pengawal Muhammad Rizieq Shihab Pimpinan FPI menyerang anggota Polri, di KM 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Menurut Arwani, keterangan pihak Polri dan FPI perlu didukung dengan bukti-bukti serta keterangan saksi.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu bilang, rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian juga penting untuk mengungkap fakta.

Sayangnya, rekaman CCTV di jalan tol tersebut sampai sekarang belum jelas keberadaannya. Bahkan, ada indikasi CCTV di sekitar KM 50 mati.

Maka dari itu, Arwani menyatakan perlu  mendapat penjelasan dari pihak terkait khususnya yang mengelola jalan tol.

Karena, selain penting untuk mengungkap suatu peristiwa, CCTV diperlukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Saya fokus pada CCTV yang mati di sekitar lokasi. Penting untuk dicari penyebabnya, apakah karena masalah teknis, atau ada penyebab lain. Kalau cuma masalah teknis, tentu sangat disayangkan karena jalan tol itu sangat strategis dan padat. Bahkan, saya mendapat kabar CCTV yang mati bukan cuma di KM 50. Ini harus jadi perhatian supaya diperbaiki, sehingga tidak muncul spekulasi yang tidak diinginkan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Sekadar informasi, Senin (7/12/2020) dinihari, enam orang Laskar FPI meninggal dunia.

Irjen Pol Fadil Imran Kapolda Metro Jaya mengatakan, keenam orang anggota Laskar FPI terpaksa ditembak karena menyerang polisi yang bertugas melakukan penyelidikan.

Merespon insiden penembakan itu, Komnas HAM membentuk tim untuk mendalami informasi dan mengumpulkan fakta dari pihak-pihak terkait.

Tim itu sudah meminta keterangan langsung dari pihak FPI, dan keluarga korban.

Rencananya, pekan depan Tim Komnas HAM akan meminta keterangan Subakti Syukur Direktur Utama PT Jasa Marga dan Irjen Pol Fadil Imran Kapolda Metro Jaya.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait