Selasa, 16 Agustus 2022

IDI Jatim: Masyarakat Garda Terdepan Penanganan Covid-19

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi.

Dr. dr. Sutrisno, Sp.OG (K) Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jatim mengatakan, garda terdepan penanganan Covid-19 telah beralih. Bukan lagi tenaga medis, pemerintah ataupun aparat, melainkan masyarakat.

“Masyarakat mau selamat, mau tidak selamat, mau penyakit ini segera hilang, mau membiarkan penyakit ini menjadi endemis itu tergantung pada masyarakat. Jangan bernah berharap dari pemerintah, kesehatan, polisi tentara, gak akan menyelesaikan kalau masyarakat tidak terjun langsung,” kata dr. Sutrisno saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Kamis (24/12/2020).

Ia melanjutkan, untuk hal ini, bisa dimulai dari lingkungan RT dan RW yang tegas dalam mengawasi warganya. Orang yang datang dari luar kota, menurutnya, harus diberi pengetatan dan diberi aturan untuk tidak langsung berbaur serta memenuhi syarat dan prasyarat masuk ke suatu wilayah.

“Jangan cuek, jangan acuh, jangan tidak peduli. Kalau orang lain terkena, tinggal tunggu waktu kapan akan berpindah ke kita atau keluarga kita. Jangan biarkan orang lain menderita. Kalau ingin sukses, dengan cara mengatur diri sendiri. Kalau tidak saling mengingatkan, tidak saling melindungi maka pandemi tidak akan selesai,” harapnya.

Dokter Sutrisno juga menyoroti tingginya angka pasien di RS Lapangan Indrapura Surabaya yang per hari ini menembus angka 369 pasien dari sebelumnya 357 pasien.

“Rumah Sakit Lapangan yang ditujukan untuk menyangga sudah penuh, bagaimana kondisinya dengan rumah sakit rujukan utama? Di Jatim ada 385 rumah sakit, tempat tidurnya 50.000-an lebih, kalau dihitung statistik harusnya cukup. Ibarat sepakbola, ini adalah tendangan pinalti yang telak,” ujarnya.

Ia menyarankan ada empat langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, terutama mendekati libur panjang. Pertama, jangan pernah melepas masker. Kedua, menyadari mengatasi pandemi ini adalah tugas semua orang. Bukan pemerintah atau tenaga kesehatan saja. Selanjutnya, memiliki pandangan langkah preventif ini adalah tugas masa depan.

“Ingat, Covid-19 ilmunya tak terduga, berubah terus sehingga masyarakat jangan bingung karena ilmunya sangat berubah cepat. Cari info primer dari pemerintah, Departemen Kesehatan, Satgas dan kalangan kesehatan,” imbuhnya.

“Terakhir, mengendalikan diri, artinya kalau tidak perlu keluar untuk apa keluar. Kembangkan kreaivitas meski di rumah saja,” pungkasnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
30o
Kurs