Kamis, 26 Mei 2022

Istri dr Miftah Terkonfirmasi Positif Covid-19

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Dokter Joni Wahyuhadi Direktur Utama RS Dr Soetomo Surabaya di Grahadi, Rabu (10/6/2020). Foto: Istimewa

Istri Almarhum Dokter Miftah Fawzy Sarengat, dokter residen peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam di RS Dr Soetomo juga dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Joni Wahyuhadi Direktur Utama RS Dr Soetomo Surabaya memastikan, hasil tes PCR istri dr Miftah terkonfirmasi terjangkit Covid-19. Istri dr Miftah yang sehari-hari juga seorang dokter di RS Husada Utama kini dirawat di RS Dr Soetomo.

“Kondisinya gejala ringan. Batuk sama demam,” kata Joni setelah menyampaikan konferensi pers tentang perkembangan penyebaran penyakit Covid-19 di Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Rabu (10/6/2020).

Sampai saat ini, Joni mengatakan, dia tidak tahu bagaimana mekanisme pasangan suami istri dokter ini tertular virus SARS CoV-2. Apakah terinfeksi saat praktik di rumah mereka, dari RS Dr Soetomo, atau juga dari rumah sakit tempat istri dr Miftah bekerja.

“Bisa juga karena hanya berpapasan dengan OTG (orang tanpa gejala) di luar tempat kerjanya. Kami tidak tahu. Yang jelas, istrinya juga positif. Jadi mari kita doakan, Tuhan memberikan kesembuhan dan keselamatan untuk istrinya,” ujar Joni.

Sebagaimana diketahui, dr Miftah Fawzy yang seharusnya menuntaskan PPDS di Fakultas Kedokteran Unair dan menjadi Dokter Spesialis Penyakit Dalam tahun ini, bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Dr Soetomo.

Pihak rumah sakit, kata Joni, sengaja tidak menempatkan dr Miftah di ruang isolasi atau di intensif care unit (ICU) karena kondisinya yang mengalami obesitas. Tiba-tiba saja 27 Mei lalu, dokter yang baru berusia 34 tahun itu sakit.

Selain demam dan batuk, dr Miftah juga mengalami muntah-muntah. Istrinya pun sempat membawa suaminya itu ke RS Husada Utama. Lantas pihak RS Dr Soetomo mengambil alih perawatan agar bisa ditangani lebih intensif.

Kurang lebih lima hari dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu, kondisi dr Miftah terus menurun. Daya tahan tubuhnya semakin lemah hingga mengalami gagal napas. Tim medis melakukan segala upaya, injeksi plasma convalescent juga sudah dilakukan.

Takdir berkata berbeda. Salah satu yang membuat dr Miftah kondisinya semakin memburuk, kata Joni, karena obesitas yang dia alami ternyata juga mengakibatkan munculnya komorbid (penyakit penyerta) diabetes melitus.

“Memang penyakit ini sudah tidak bisa diduga-duga. Ada yang kena, teman saya juga, positif Covid-19 hari ini, tiga hari kemudian sembuh. Miftah ini padahal usianya masih muda, masih 34 tahun. Coba. Benar-benar tidak bisa diduga,” katanya.

Joni juga bilang, setelah diagnosis Miftah keluar, pihak RS Dr Soetomo langsung melakukan screening terhadap dokter maupun perawat yang bertugas bersama Miftah di IGD Dr Soetomo. Hasilnya, tenaga medis di IGD itu non-reaktif.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 26 Mei 2022
26o
Kurs