Rabu, 2 Desember 2020

Dokter Residen PPDS RS Dr Soetomo Meninggal Terjangkit Covid-19

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Pemberangkan jenazah Dokter Miftah Fawzy Sarengat yang meninggal karena Covid-19. Foto: Istimewa

Dokter Miftah Fawzy Sarengat dokter residen peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga meninggal karena Covid-19, Rabu (10/6/2020).

Almarhum dr Miftah sehari-hari bertugas di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Setelah dirawat intensif selama lima hari di RS milik Pemprov Jatim itu, beliau meninggal Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Dokter Pesta Parulian Humas RS Dr Soetomo Surabaya membenarkan tentang meninggalnya dr Miftah. Kabar itu menjadi kabar duka bagi seluruh elemen di RS Dr Soetomo dan FK Unair.

Pesta juga membenarkan, hasil sejumlah tes pendeteksi Covid-19 menunjukkan bahwa dr Miftah memang terjangkit Covid-19. Baik hasil tes swab dengan metode PCR, termasuk CT Scan Toraks.

“Hari ini sudah kami lakukan pemulasaraan sesuai protokol Covid-19, karena hasil swab-nya memang positif, CT Scan Toraks-nya juga. Semua parameter yang kami uji hampir sangat pasti Covid-19,” katanya.

Pihak RS Dr Soetomo dan FK Unair memberikan penghormatan terakhir kepada beliau yang telah berjuang di garda terdepan penanganan pasien Covid-19. Jenazahnya dikebumikan di Magetan.

“Keluarga menghendaki beliau dikebumikan di Magetan. Jadi hari ini kami lakukan dua upacara singkat untuk melepas jenazah beliau,” kata Pesta ketika dihubungi via telepon, Rabu sore.

Upacara singkat melepas kepergian Almarhum dr Miftah itu berlangsung di gerbang rumah sakit. Dokter Joni Wahyuhadi Direktur Utama RS Dr Soetomo memberi penghormatan terakhir bersama Wakil Dekan Unair.

Selanjutnya, jenazah yang sudah ada di dalam ambulans diarak mengitari Kampus A Fakultas Kedokteran Unair. Di lokasi itu, Dekan dan sejumlah pejabat Rektorat Unair memberi penghormatan terakhir dan melepas jenazah untuk dikebumikan.

Dokter Pesta mengaku sangat sedih. Selain kehilangan salah satu peserta didiknya, dia sangat menyayangkan kepergian dokter yang seharusnya akan menyelesaikan pendidikan spesialisnya tahun ini.

“Seharusnya, kalau tidak ada pandemi, mungkin dalam tahun ini, sudah selesai,” kata Pesta.

Dokter Brahmana Askandar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya turut menghadiri upacara penghormatan dan prosesi pelepasan jenazah di FK Unair Surabaya.

Dia bilang, dr Miftah adalah dokter ketiga di Surabaya yang gugur sebagai pejuang medis dalam perang melawan Covid-19. Dia berharap, kepergian dr Miftah yang terakhir kali terjadi di Surabaya.

“Dr Miftah ini dokter ketiga yang gugur di Surabaya. Mudah-mudahan ini yang terakhir. Perjuangan beliau harus kami lanjutkan, karena perjuangan melawan Covid-19 ini belum selesai, mudah-mudahan bisa segera berakhir,” katanya.(den/tin/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Rabu, 2 Desember 2020
28o
Kurs