Minggu, 29 Maret 2020

ITS dan Inggris Kerjasama Bahas Penelitian, Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
ITS Rektor ITS bersama Rob Fenn Wakil Duta Besar Inggris jalin kerjasama bahas penelitian, mitigasi bencana dan perubahan iklim. Foto: Totok suarasurabaya.net

ITS siap kerjasama penelitian dan pendidikan di skala internasional melebarkan jaringan dengan Inggris yang diwujudkan dalam kunjungan delegasi Kedutaan Besar Inggris, dipimpin Rob Fenn Wakil Duta Besar Inggris.

Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng., Rektor ITS menyampaikan bahwa ITS sangat antusias untuk menjalin mitra dengan pihak Kedutaan Besar Inggris. “Kami mengharapkan diskusi ini menghasilkan inovasi baru untuk memajukan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya Kota Surabaya,” terang Ashari sapaan Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng.

Sedangkan Rob Fenn Wakil Duta Besar Inggris menambahkan bahwa ITS akan menjadi mitra Kedutaan Besar Inggris di bidang pendidikan, terutama mengenai pendidikan mitigasi bencana dan perubahan iklim yang ekstrem. “Kami sangat serius dengan program ini dan ITS akan menjadi pusat dari program ini,” kata Rob Fenn.

Isu mengenai pendidikan mitigasi bencana, lanjut Rob Fenn akan dikaitkan dengan program utamanya yaitu bagaimana mengontrol dan mengawasi kota dengan menggunakan sistem kota masa depan. “Kami rencananya ingin menerapkan program ini di Kota Surabaya sebagai kota percontohan,” ujar Rob.

Selaras dengan hal itu, disampaikan Barikatul Hikmah Future Cities Manager bahwa program Global Future Cities dilaksanakan di 19 kota di seluruh dunia.

Adapun di Indonesia terdapat dua kota, yaitu Kota Bandung untuk bidang transportasi dan Kota Surabaya untuk bidang perubahan iklim. “Kota Surabaya dipilih karena usaha mengatasi persoalan bencana mendekati sempurna, kecuali di mitigasi bencana gempa bumi,” papar Hikmah sapaan akrab Barikatul Hikmah.

Program tersebut, lanjut Hikmah memiliki tahapan perencanaan, tahapan edukasi tentang peringatan dini terutama bagi wanita dan disabilitas, hingga tahapan pengerjaan. “Rencananya, program ini akan diluncurkan bulan Maret 2020 mendatang,” kata Hikmah.

Sementara itu, ditambahkan Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD., Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian bahwa ITS sebelumnya telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya mengenai kota masa depan. “Di Surabaya sistem ini dinamakan Smart City,” ujar Bambang.

Satu diantara bukti dari hasil kerja sama ITS dengan Pemerintah Kota Surabaya, lanjut Bambang adalah terdapat program Smart Living, yaitu berupa sistem penerimaan siswa baru secara daring dan CCTV pemantauan lalu lintas. “Oleh karena itu, kami sangat tertarik untuk menjalin kerja sama agar sistem Smart City di Kota Surabaya semakin baik,” tambah Bambang.

Senada dengan itu, Dr Maria Anityasari ST ME., Wakil Rektor IV, Direktur Kemitraan Global ITS menyampaikan bahwa Direktorat Kemitraan Global atau International Office ITS juga telah membahas pendidikan mitigasi bencana dan perubahan iklim melalui forum diskusi dan loka karya mahasiswa secara berkelanjutan.

“Rencananya, pada bulan April 2020 mendatang diadakan loka karya yang begitu besar dan cukup masif dengan mahasiswa mengenai isu ini,” ujar Maria.

Dengan penjelasan-penjelasan yang telah disampaikan, Rob Fenn memiliki harapan supaya ITS dapat menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris untuk mencegah terjadinya perubahan iklim dan mendidik masyarakat mengenai mitigasi bencana.

“Kami berharap isu perubahan iklim ini dapat menemukan solusi dan dapat dibahas dalam Konferensi Perubahan Iklim PPB yang ke 26 dan dijadwalkan akan digelar dan dilaksanakan di Inggris,” pungkas Rob Fenn.(tok/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs