Jumat, 30 Oktober 2020

Jokowi Presiden Dengarkan Curhat Perawat RSAL Surabaya selama Menangani Pasien Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden berbincang dengan Suster Fira Perawat di RSAL Surabaya via video konferensi dari Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/9/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden menyadari perjuangan para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 sangat berat.

Selain harus berjibaku dengan risiko terpapar Virus Corona, mereka juga cuma punya sedikit kesempatan bertemu keluarganya.

Minggu (27/9/2020) siang, Jokowi Presiden berbincang dengan Sifira Kristingrum seorang perawat di RSAL Dr. Ramelan, Surabaya yang sehari-hari bertugas menangani pasien positif Covid-19.

Lewat sambungan video konferensi, Presiden mendengarkan kisah perjuangan para tenaga medis di rumah sakit, tantangan yang mereka hadapi, sampai keluh kesah para pasien.

Suster Fira bercerita, dirinya sudah bertugas menangani pasien Covid-19 selama lima bulan, atau sejak bulan Mei. Selama rentang waktu tersebut, dia mengaku jarang bertemu dengan keluarganya.

“Kapan terakhir bertemu dengan keluarga? Apakah diizinkan pulang atau harus berjaga terus di rumah sakit?” tanya Presiden dari Istana Bogor, Jawa Barat.

“Diizinkan pulang Pak, setelah satu bulan cek swab, kalau negatif kami boleh pulang,” kata Suster Fira.

Di rumah sakit tempatnya bertugas, Suster Fira sehari-hari ditempatkan di ruangan Intensive Care Unit (ICU) yang memiliki 16 tempat tidur dan dilengkapi dengan 11 ventilator.

Menurut penuturannya, dalam dua minggu terakhir ini pasien yang masuk ke ICU menurun.

“Oh pasiennya menurun? Ya syukur. Untuk fasilitas ketersediaan alat medis dan tenaga medisnya cukup ya berarti?” kata Presiden melanjutkan perbincangan.

“Iya cukup, puji Tuhan cukup Pak, apalagi mulai bulan ini ada bantuan relawan di ICU,” ungkap Suster Fira.

Selama menangani pasien yang terpapar Covid-19, Suster Fira mengaku para pasien sering merasa ketakutan. Menurutnya, pasien yang sesak napas tetapi dalam kondisi sadar pasti mengeluh takut.

Pada kesempatan itu, Suster Fira menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik.

“Protokol kesehatan tolong dipatuhi karena kalau saya perjalanan pulang itu masih lihat kerumunan massa yang masih tidak memakai masker, masih suka berkerumun, Pak. Terus untuk Bapak Presiden, terima kasih perhatiannya. Puji Tuhan kemarin kami sudah terima (insentif) dari Bapak. Terima kasih, dengan itu saya aplikasikan juga untuk saya melanjutkan sekolah lagi,” imbuhnya.

Di akhir percakapan, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras serta dedikasi seluruh perawat, dokter, dan tenaga medis lainnya dalam menangani dan merawat pasien Covid-19.

“Saya menyampaikan penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada seluruh perawat, tenaga kesehatan, dokter semuanya karena memang bekerja menangani Covid ini tidak ringan. Memakai APD sampai 8 jam itu sesuatu juga yang sangat berat sekali. Semoga pandemi ini cepat selesai,” tandas Presiden.(rid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
29o
Kurs