Sabtu, 23 Januari 2021

Jokowi Presiden Mengapresiasi Para Guru yang Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden saat berpidato memperingati Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), hari ini, Sabtu (28/11/2020), secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden berterima kasih dan mengapresiasi para guru di seluruh pelosok Tanah Air yang pantang menyerah mengajarkan peserta didik di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

Keterbatasan tersebut bisa teratasi dengan kreativitas, sehingga peserta didik bisa belajar dengan antusias, sekaligus memotivasi siswa untuk menjadi pelajar mandiri.

Menurut Presiden, peran dan inovasi para guru dalam proses belajar mengajar sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Di tengah pandemi, para guru punya tanggung jawab untuk tetap berkarya dan terus berinovasi dalam kegiatan belajar-mengajar, baik secara daring mau pun bertemu murid di rumahnya masing-masing.

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam pidato memperingati Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), hari ini, Sabtu (28/11/2020), secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 PGRI. Terima kasih kepada para guru yang pantang menyerah dan terus berjuang di tengah keterbatasan. Terima kasih telah mendidik generasi bangsa menjadi SDM unggul yang selalu mencintai Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan, para guru tidak bisa bekerja sendirian. Tantangan pendidikan di era pandemi harus dihadapi dengan sinergi berbagai pihak terkait.

Pendidikan, kata Jokowi, merupakan tanggung jawab bersama. Peran orang tua sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga sangat penting untuk mendukung keberhasilan proses belajar anak.

Presiden pun mendorong supaya komunikasi dan kerja sama antara guru dengan orang tua terus ditingkatkan.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan yang mendukung guru untuk melaksanakan proses pendidikan, sekaligus membantu kesejahteraannya.

Presiden mengambil contoh penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembayaran guru honorer yang tidak lagi dibatasi sebanyak 50 persen.

Pemerintah juga memberikan Bantuan Subsidi Umum (BSU) Rp1,8 juta yang dibayarkan Rp600 ribu tiap bulannya selama tiga bulan kepada sekitar 1,8 juta guru dan tenaga kependidikan honorer.

Kemudian, bantuan paket pulsa internet untuk guru, dan berbagai program peningkatan kualitas guru.

Terkait percepatan penambahan guru, Jokowi Presiden bilang, tahun depan pemerintah akan melakukan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dalam jumlah banyak.

“Pada bulan September 2020 kemarin, saya menandatangani Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan P3K. Saya ingin guru-guru kita yang berstatus P3K memiliki gaji dan tunjangan setara dengan PNS yang lain. Saya berharap hal itu akan berdampak signifikan pada kesejahteraan guru di seluruh tanah air dan meningkatkan kualitas pendidikan kita,” katanya.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Sabtu, 23 Januari 2021
31o
Kurs