Selasa, 26 Oktober 2021

Ketua ITD Unair: Vaksinasi Butuh Dukungan Masyarakat untuk Ciptakan Herd Immunity

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac disimpan di Kantor Pusat Bio Farma, Kota Bandung. Foto: Dok/Biro Pers Setpres

Prof. Dr. dr. Maria Inge Lusida, Sp.MK, M.Kes Ketua Institute of Tropical Disesase (ITD) Universitas Airlangga mengatakan, program vaksinasi Covid-19 perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat. Dengan demikian, akan tercapai herd immunity atau kekebalan komunitas untuk penanganan pandemi.

“Mari bersama-sama, kalau vaksinnya sudah tersedia, sebaiknya kita semua ada kemauan vaksinasi. Kalau hanya 1 atau 2 orang saja tentu tujuannya (herd immunity, red) tidak akan tercapai,” kata dr Maria, saat mengudara di Radio Suara Surabaya dalam program Healthy Lifestyle, Senin (14/12/2020).

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860/2020 telah menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan di Indonesia yaitu vaksin produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer/BioNTech dan Sinovac.

Di mana kehadiran dan penggunaannya dalam program vaksinasi di Indonesia, masih dinamis mengikuti proses pengadaan dan izin penggunaannya.

dr Maria menjelaskan, vaksinasi memiliki tujuan untuk melindungi diri dari penyakit tertentu. Seseorang yang sudah divaksin, harapannya bisa menjadi imun yang kebal.

Selain memberikan kekebalan terhadap individu, vaksinasi juga bisa menciptakan herd immunity, yang nantinya akan melindungi masyarakat secara luas, termasuk orang yang tidak menjalani imunisasi karena sebab tertentu. Misalnya, seseorang yang imunitasnya lemah.

“Peraturan itu ada masanya, mungkin nanti ada vaksin lain (selain enam vaksin yang ditetapkan pemerintah, red). Sinovac itu kan untuk usia 18-59. Mungkin nanti merek lain bisa sampai usia tua. Karena vaksin membutuhkan kondisi-kondisi khusus, yang imunitasnya lemah, sementara tidak boleh,” kata dia.

“Tapi itu bukan berarti mereka (usia tua, red) dikorbankan. Vaksinasi itu mempunyai tujuan untuk diri sendiri, pribadi yang divaksin harapannya jadi imun yang kebal. Tidak hanya pribadi saja. Semua memproduksi ratusan juta, satu orang mendapatkan dua dosis. Kita mesti mencapai herd immunity. Menurut ketentuan, 70-80 persen dari suatu komunitas itu mestinya dalam kondisi kebal. Dengan demikian sisanya 20 persen tidak akan terinfeksi. Mungkin di antara 20 persen itu ada wanita hamil, dan sebagainya,” jelasnya.

Untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap Covid-19 itu, dr Maria mengatakan, butuh dukungan dan gotong royong dari masyarakat. (ang/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Selasa, 26 Oktober 2021
31o
Kurs