Rabu, 19 Januari 2022

Ketua Tim Riset: Tidak Ada Hal Mengkhawatirkan dari Uji Klinis Fase 3 Vaksin Sinovac

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi: Tim dokter riset uji vaksin mewawancarai relawan uji vaksin di Fakultas Kedokteran Unpad, Jalan Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). Foto: Antara

Prof Kusnandi Rusmil Sp AK MM Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran mengatakan hingga saat ini tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan dari uji klinis fase 3 vaksin Sinovac.

“Selama yang ini tidak kami temukan hal-hal yang menakutkan, paling panas badan sedikit demam sedikit yang dalam dua hari hilang,” kata Kusnandi dalam dialog virtual “Menjawab Berbagai Keraguan Soal Vaksin”, dilansir Antara, Selasa (3/11/2020).

Ia menuturkan 15 orang mengundurkan diri dari uji klinis tahap 3, yakni tujuh di antaranya karena alasan pindah kerja dan delapan lainnya karena sakit tetapi sakitnya tidak disebabkan oleh vaksin.

“Saya pikir sampai saat ini keamanannya masih bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Kusnandi mengatakan 1.620 relawan sudah mendapatkan suntikan vaksin pertama, sedangkan 1.590-an relawan sudah diberikan dua kali suntikan vaksin.

“Dengan proses uji klinis yang selama ini sementara waktu itu cukup baik,” ujarnya.

Semua relawan yang sudah disuntik vaksin Covid-19 tersebut akan dipantau selama enam bulan.

Kusnandi menuturkan riset uji klinis fase 3 itu tidak dilakukan terburu-buru.

Dia mengatakan uji klinis vaksin tersebut bersifat multi center karena dilakukan di beberapa negara termasuk Brazil dan Turki. Pemerintah Indonesia akan membandingkan hasil uji klinis vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat dengan hasil uji klinis vaksin serupa di negara-negara lain.

“Kalau sudah lulus tahap 3, vaksin bisa digunakan dan diperjualbelikan,” ujar dia.

Dari pengalamannya yang terlibat dalam berbagai riset uji klinis vaksin, Kusnandi mengatakan uji klinis vaksin Sinovac tersebut termasuk uji klinis yang aman.

Dia menuturkan dari sekian banyak imunisasi yang dilakukan di Indonesia, kemungkinan terjadi reaksi yang berat seperti pingsan habis diimunisasi sangat kecil, di mana kejadiannya adalah 0,1 sampai satu kejadian dari sejuta orang yang diimunisasi. (ant/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Rabu, 19 Januari 2022
25o
Kurs