Selasa, 26 Januari 2021

KKB Kembali Berulah di Papua, Pimpinan DPR Minta Kapolri dan Panglima TNI Turun Tangan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Foto: Antara

Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI meminta Kapolri dan Panglima TNI segera mengambil langkah konkret merespon aksi penembakan yang kembali terjadi di daerah Papua.

Kamis (26/11/2020) lalu, ada lagi kontak tembak Prajurit TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengakibatkan tiga Anggota TNI-AD dari Yonif 700 R terluka.

Pimpinan DPR bidang Korpolkam menegaskan, tindakan konkret aparat keamanan sangat diperlukan.

Karena, berdasarkan informasi dari Polda Papua, potensi gangguan keamanan di Bumi Cendrawasih pada periode Desember cenderung meningkat.

“Sinyal menjelang 1 Desember harus diwaspadai. Kapolri dan Panglima TNI harus segera turun dan aksi nyata. Pasalnya, tingkat kerawanan akan naik. Informasi itu didapatkan dari sebaran informasi yang disampaikan pihak Polda Papua. Antisipasi dengan kesiapsiagaan dibutuhkan, dengan memperbanyak patroli di sejumlah wilayah. Itu penting dilakukan untuk menekan titik rawan gangguan kamtibmas,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Azis Syamsuddin berharap, semua unsur TNI dan Polri terlibat untuk mengantisipasi ancaman KKB yang berbeda ideologi dengan NKRI.

Karena, kelompok itu akan terus menebar ketakutan lewat eksistensinya mengganggu keamanan.

Menurut Azis, Kapolri dan Panglima TNI perlu turun langsung ke Papua supaya segera ada solusi masalah keamanan di Tanah Papua.

“Harus ada formula yang tepat untuk menyelesaikan persoalan KKB yang terus menimbulkan korban jiwa. Kalau terus dibiarkan, akan mengganggu stabilitas keamanan dan kehidupan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Legislator dari Partai Golkar itu mengingatkan, negara harus memberikan rasa aman kepada masyarakat, supaya mereka bisa hidup layak dan bebas dari rasa takut dalam melakukan berbagai aktivitas.

“Konflik ini harus mereda. Tanah Papua bagian dari NKRI yang harus menikmati kemerdekaan ini,” pungkasnya.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Tiang ‘Doyong’ ke Jalan

Yok, Dorong Yok

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

Surabaya
Selasa, 26 Januari 2021
24o
Kurs